Hei, pasti banyak yang sudah bosan di rumah saja selama menghadapi pandemi ini, bukan? Kerinduan buat jalan-jalan, nongkrong di kafe, ke mal, atau ke luar kota pasti berkelindan di benak. Dan Bandung selalu jadi tujuan favorit. Semuanya ada. Kafe, jalan-jalan kota, alam.

Dan Bandung menyuguhkan pemandangan alam yang indah tak terperi. Salah satunya air terjun, bisa juga menjadi bahan topik travel writing kalian loh, . Berikut 5 air terjun paling mudah dijangkau di Bandung.

Curug Dago

Curug Dago adalah curug yang paling dekat dengan pusat kota Bandung. Curug Dago sendiri terletak di dekat terminal Dago. Di pertigaan dekat terminal, pilih jalan menurun. Sekitar 200 meter dari situ, akan ada gang kecil yang mengarah ke Curug Dago. Gang tersebut bisa dilalui oleh sepeda motor atau berjalan kaki. Sekitar 150 meter dari bibir gang, barulah kita akan menemukan Curug Dago.

Harga tiketnya murah kok. Cuma 10 ribu dan itu bisa buat sekalian masuk ke Taman Hutan Raya (TAHURA) Juanda juga karena Curug Dago sebenarnya merupakan bagian atau rangkaian dari TAHURA.

Curug Dago yang berada pada ketinggian 800 meter di atas permuakaan laut, dengan tinggi air terjunnya sekitar 12 meter ini terbentuk oleh aliran sungai Cikapundung yang mengalir dari Maribaya ke Kota Bandung. Di sini juga terdapat jejak peninggalan sejarah kerajaan Thailand yang ada di Bandung.

Curug Omas

Curug Omas juga berada di Taman Hutan Raya Juanda. Curug Omas ini sering disangka sebagai Curug Maribaya. Ada beberapa pintu masuk untuk menuju Curug Omas. Tergantung kita mau treking seberapa jauh. Buat yang suka perjalanan simpel bersama keluarga, pintu dengan rute terdekat dan termudah adalah melalui Pintu IV Tahura.

Curug Omas menjadi objek yang disangkutpautkan dengan Legenda Sangkuriang yang fenomenal. Air terjun dengan tinggi sekitar 15 meteran dan kedalaman 10 meteran itu mempunyai aliran air yang deras. Jatuhan air dari tepi tebing curug itu membuat suara yang bergemuruh. Suara yang bergemuruh dengan aliran air yang deras itu dianalogikan sebuah tangisan Sangkuriang yang sangat bersedih dan menahan rasa sakit luar biasa.

Curug Aseupan

Curug Aseupan terletak di kawasan Curug Tilu Leuwi Opat, di Bandung Barat. Cara menuju ke sana sangat mudah. Dari Kota Bandung, kita berkendara menuju arah Lembang, bisa lewat Setiabudi atau bisa lewat Dago Atas. Sebelum Tahu Susu Lembang, belok kiri menuju Parongpong. Disarankan bermotor untuk menghindari kemacetan lalu lintas. Apalagi kalau hari libur.

Ada dua rute dari di Parongpong. Pertama, masuk melalui villa Istana Bunga, jalan terus ke belakang, nanti di sebelah kiri ada jalan kecil yang melewati ladang pertanian dan langsung sampai di pintu masuk Curug Tilu Leuwi Opat. Jalan lain adalah terus jalan, tidak usah berbelok di villa Istana Bunga, melewati gereja Advent hingga pintu masuk Curug Cimahi atau Curug Pelangi. Di dekatnya, di seberang, ada Ciwangun Indah Camp. Masuk dari gerbang itu kira-kira 200 m.

Curug Cimahi

Curug Cimahi juga dikenal dengan nama Curug Pelangi. Letaknya di Bandung Barat. Curug Cimahi ini punya 587 anak tangga lho. Jadi siapkan staminamu!

Air Terjun Cimahi ini, memiliki ketinggian sekitar 87 m, merupakan salah satu curug yang tertinggi di wilayah Bandung dan sekitarnya. Nama Cimahi berasal dari nama sungai yang mengalir di atasnya yaitu Sungai Cimahi yang berhulu di Situ (danau) Lembang dan mengalir ke Kota Cimahi. Curug ini berada di ketinggian 1050 m dpl dengan suhu di kawasan ini berkisar 18-22 derajat Celsius.

Curug Tilu Leuwi Opat

Curug Tilu Leuwi Opat menjadi daftar wajib bagi penggemar alam. Treking menuju ujung, yaitu Curug Tilu, sangatlah indah.

Perjalananku menempuh rute trekind di Curug Tilu Leuwi Opat bersama keluarga sangatlah seru dan sudah kutulis di blogku dengan judul artikel Perjalanan ke Curug Tilu Leuwi Opat.

Kenapa dinamakan Curug Tilu Leuwi Opat, karena awalnya ada tiga curug dan empat leuwi di sana. Tiga curug itu ialah Curug Tilu, Curug Citulang, dan Curug Cilaki. Empat leuwi itu ialah Leuwi Kecapi, Leuwi Bagong, Leuwi Baeud, dan Leuwi Gentong. Di sana juga terdapat Goa Lalay dan Goa Toke.

Gimana, tunggu apalagi, kapan kita jalan-jalan ke Bandung lagi, ya?