Sebagai daerah tujuan wisata, satu kabupaten di Yogyakarta yang kerap menjadi primadona para wisatawan adalah Kabupaten Gunungkidul. Tentu saja karena pantai alami di Gunungkidul terkenal cantik. Diantara sekian banyak pantai, beberapa memang berfasilitas lengkap dan hampir selalu ramai pengunjung. Sebut saja pantai Indrayanti dan beberapa pantai “senior” semacam pantai Baron, Krakal, dan Kukup.

Lalu, masih adakah tempat bagi pengunjung yang memang mencari pantai dengan kondisi yang relatif lebih sepi dan alami? Terlebih di saat pandemi seperti ini, ketika tempat-tempat wisata alam yang minim kerumunan justru jadi buruan.

5 Pantai Alami di Gunungkidul

Untungnya masih ada. Beberapa pantai di Gunungkidul ini, bisa jadi sesuai kategori yang kamu cari. Karena posisi pantai ini saling berdekatan/ berada dalam satu jalur pantai, acara wisata di Yogyakarta bisa tuntas dalam satu hari. Berikut informasi lengkapnya!

1. Pantai Watu Kodok

Pantai Watu Kodok berada di Desa Banjarejo, Tanjungsari, Gunungkidul. Berjarak sekitar 70 kilometer, pantai ini bisa ditempuh kurang lebih 2 jam perjalanan dari kota Yogyakarta.

Termasuk dalam daftar pantai yang baru dikembangkan, pintu retribusi pantai Watu Kodok sama dengan pintu retribusi Pantai Baron, Krakal, Kukup, dan beberapa pantai di sekitarnya. Jadi, hanya dengan membeli tiket masuk sebesar 10.000 rupiah, pengunjung sudah mendapatkan free akses ke lebih dari 7 pantai sekaligus.

Yup, hanya menambah biaya parkir saat di lokasi. Ekonomis bukan?

Diapit Pantai Sepanjang dan juga Pantai Drini, sebenarnya tak terlalu sulit menemukan Pantai Watu Kodok. Ada papan petunjuk sederhana, dan satu jalan masuk ber cor semen yang akan membawa pengunjung ke bibir pantai. Agak sempit memang, tapi ada petugas yang mengatur arus masuk-keluarnya kendaraan, agar tak berbarengan.

Selain menjadi tempat tujuan wisata keluarga, Pantai Watu Kodok juga menjadi salah satu lokasi favorit anak-anak muda untuk mendirikan tenda. Yah, karena pantai ini memang terlihat alami dan relatif sepi. Meskipun begitu, tersedia kok fasilitas-fasilitas pokok semacam toilet, tempat ibadah, dan juga beberapa warung sederhana.

Selain bermalam di bawah naungan tenda, bermain air dan pasir, ada cara lain menikmati Pantai Watu Kodok, yaitu menatap biru airnya dari atas perbukitan karang. Tinggal berjalan di sisi timur, dan ada anak tangga sederhana yang akan membawa kamu ke atas bukit. Di atas, ada beberapa warung milik penduduk yang menjajakan makanan dan minuman seperti teh, kopi, dan juga mie instant. So, kamu bisa menyeruput kopi panas sembari menikmati birunya Pantai Watu Kodok dari ketinggian.

2. Pantai Ngandong

Secara lokasi, Pantai Ngandong berada di wilayah Desa Sidoharjo, Tepus, Gunungkidul. Tak semua tahu tentang pantai ini, jadi wajar kalau masih sepi.

Pertama, karena pantai Ngandong termasuk kawasan wisata pantai baru. Kedua, jalur masuk pantai ini sama dengan jalur untuk menuju Pantai Sundak—Pantai yang lebih dahulu terkenal. Otomatis, mayoritas kendaraan yang masuk akan menjadikan Pantai Sundak sebagai tujuan utama, bukan ke Pantai Ngandong.

Lantas apa istimewanya Pantai Ngandong? Bibir pantai ini landai dan luas. Garis pantainya lebar. Jadi kita leluasa memilih lokasi mana yang menurut kita paling nyaman. Fasilitas penunjangnya juga lumayan; MCK, tempat ibadah, tempat makan, bahkan penginapan tersedia.

Selain bisa melihat aktivitas para nelayan dari dekat, di Pantai Ngandong pengunjung juga bisa bermain kano. Cukup merogoh kocek 50 ribu untuk menyewa satu kano, dan kita bisa bermain sepuasnya. Ha..ha, mbayangin aja sudah seru kan?

Sama seperti di Pantai Watu Kodok, Pantai Ngandong juga memiliki batu karang dengan jalan setapak yang bisa kita manfaatkan untuk menikmati sunrise/sunset, atau saat kita ingin melihat deretan pantai selatan dari tempat yang lebih tinggi. Kata kuncinya, satu. Hati-hati, karena di bawah kita adalah lautan lepas.

3. Pantai Mbuluk

Diantara dua pantai yang saya sebutkan diatas, bisa dikatakan Pantai Mbuluk ini yang paling sepi, karena memang paling baru. Beneran berasa punya pantai pribadi, kalau datang ke pantai ini pagi-pagi. Sunyi..

Terletak di Desa Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul, Pantai Mbuluk terletak persis di timur Pantai Baron, dengan posisi yang agak tersembunyi. Dua karang besar yang mengapit dua pantai, dengan garis pantai yang tidak begitu lebar (kurang lebih 25 meter) menjadi ciri khas pantai ini. Enak banget menikmati suasana pantai di sini, karena benar-benar hanya suara alamlah yang kita dengar.

Sayang, fasilitas yang dimiliki Pantai Mbuluk ini masih sangat sederhana dan seadanya. Namun asyiknya, dari Pantai Mbuluk ini kamu bisa sekalian bisa sekalian ke Pantai Ngrawe. Yup. Hanya dengan berjalan kaki dan menaiki bukit kapur yang tak begitu tinggi, kamu bisa sekalian mengunjungi Pantai Ngrawe, pantai yang viral karena tampilannya yang mirip taman.

4. Pantai Watulawang

Butuh tempat tenang? Cobalah datang ke Pantai Watulawang. Pantai ini jarang diketahui, karena posisinya yang cukup tersembunyi. Padahal, sebenarnya ia dekat sekali dengan Pantai Indrayanti yang begitu tersohor. Cukup mengikuti jalan cor di sisi timur parkiran Pantai Indrayanti dan jalan itulah satu-satunya jalur menuju Pantai Watulawang.

Watu, berarti batu sementara lawang, artinya pintu. Dinamakan Watulawang, karena di pantai ini terdapat sebuah gua yang digunakan penduduk setempat untuk melakukan upacara nyadran.

Selain pantainya yang tenang, daya tarik pantai ini adalah alami. Mulai gasebo-gasebo yang disedikan, semuanya terlihat natural. Dipantai ini, ada sebuah gardu pandang yang menjorok kelaut, dan dihubungkan dengan sebuah jembatan kayu. Pengunjung biasanya menggunakan gardu pandang sebagai lokasi pepotoan, maupun lokasi untuk menanti matahari tenggelam.

5. Pantai Seruni

Kalau kamu suka bertualang dengan kendaraan roda dua, dan menginginkan pantai cantik yang masih perawan dekat dengan pegunungan, cobalah datang ke Pantai Seruni yang berada di kecamatan Tepus, Gunungkidul.

Pantai Alami di Gunungkidul ini masih belum begitu lama dibuka, jadi akses masuknya masih cukup sulit. Jalur jalan yang tersedia hanya bisa dijangkau oleh kendaraan roda dua, atau kendaraan roda 4 berground-clearence tinggi.

Tersembunyi dibalik perbukitan kapur, Pantai Seruni bersebelahan dengan Pantai Watunene, serta jalan masuk yang sama dengan Pantai Pok Tunggal. Medan jalan yang masih sulit, membuat pantai ini sepi pengunjung dan menjadi incaran para pelancong yang memang memburu ketenangan.

Bagi penyuka kegiatan outdoor, pantai ini kerap juga menjadi pilihan lokasi untuk mendirikan kemah/camping.

Author