Bagi kamu yang merupakan freelancer maka harus mengetahui cara kelola keuangan untuk freelancer. Freelancer merupakan pekerja sambilan atau tenaga lepas. Jika pegawai menerima gaji bulanan, freelancer akan mendapatkan upah jika telah menyelesaikan suatu project.

Salah satu contoh freelancer adalah penulis lepas yang banyak dicari di zaman sekarang. Hal ini dikarenakan tidak ada terikatnya dengan tempat dan waktu dalam bekerja. Namun, menjadi freelancer terikat dengan deadline.

Pendapatan yang didapatkan oleh freelancer berdasarkan dari berapa banyak yang dihasilkan. Jika dalam satu bulan hasil yang kamu hasilkan banyak, maka pendapatan akan banyak pula. Meskioun belakangan ini beberapa orang yang menjadikan freelancer sebagai usaha sampingan, tidak sedikit juga yang menjadikannya sebagai usaha utama.

Cara kelola keuangan freelancer

1. Membuat Target Pendapatan Per Bulan.

Cara pertama yang bisa kamu lakukan untuk bisa menabung dari penghasilan freelancer adalah membuat target pendapatan. Meskipun kamu hanya menjadikannya sebagai usaha sampingan, tapi tidak ada salahnya untuk membuat target setiap bulannya. Dengan menetapkan target, kamu bisa mengetahui kemampuan secara tidak langsung.

Jika kamu menjadikan pekerjaan freelancer sebagai pekerjaan utama, maka harus menetapkan target pendapatan. Tujuannya agar kamu masih mempunyai uang saat ada keadaan darurat. Dengan menetapkan target pendapatan, Anda juga bisa mengira-ngira pengeluaran dalam waktu sebulan. Sehingga target pendapatan Anda akan terencana dengan baik.

2. Menghitung Pengeluaran.

Pengeluaran dalam setiap bulan kadang lebih banyak dibandingkan dengan penghasilan yang didapatkan. Untuk itu, kamu harus menghitung pengeluaran yang benar-benar menjadi kebutuhan. Jangan sampai hal yang tidak penting masuk ke dalam pengeluaran kamu.

Hal ini dikarenakan bisa membuat kamu hidup dengan boros. Jika memang memiliki keinginan untuk membeli suatu barang, tambah lagi target pendapatan bulanan, atau menabung secara rutin untuk mendapatkan barang impian.

3. Menyisihkan Uang.

Cara kelola keuangan untuk freelancer yang ketiga adalah dengan menyisihkan uang. kamu bisa menyisihkan uang untuk keadaan darurat. Meskipun sudah memperhitungkan pengeluaran dengan baik, kadang ada saat yang tidak terduga dan membutuhkan uang lebih. Jika kamu sudah menyisihkannya setiap bulannya, masalah tersebut akan teratasi.

Bayangkan jika kamu sama sekali tidak menyisihkan uang. Saat ada masalah, maka terpaksa harus mengambil uang di rekening milikmu. Padahal rekening tersebut untuk tabungan masa depan atau biaya hidup untuk bulan berikutnya. Jika seperti itu, tentu keuangan yang kamu kelola akan menjadi kacau secara perlahan. Kamu tidak mempunyai simpanan lagi karena tabungan digunakan untuk pengeluaran mendadak.

4. Menekan Biaya Pengeluaran.

Saat membuat laporan pengeluaran selama satu bulan, kamu juga harus mempertimbangkan mana saja pengeluaran yang bisa ditekan. Salah satu contohnya, dalam mengerjakan pekerjaan, tentu kamu membutuhkan kuota internet sebagai modal, cemilan untuk menemani proses pekerjaan, biaya langganan aplikasi atau software premium, ke cafe untuk mengerjakan project, dan masih banyak lagi.

Untuk itu, kamu harus cermat untuk menekan biaya tersebut. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu memasang WiFi di rumah, mengatur jadwal untuk nongkrong, daripada ke cafe, pilih pergi ke coworking space yang lebih ramah di kantong.

Jika kebiasaan mengemil tidak bisa dihindarkan, pilih cemilan sehat seperti buah-buahan, nantinya bisa diolah menjadi menu cemilan sehat, seperti jus, salad dan lainnya. Harga buah bisa dibilang murah dan dapat banyak. Selain itu, freelancer juga harus memperhatikan kesehatan, daripada beli snack yang banyak bahan pengawet, lebih baik beralih ke buah-buahan sebagai cemilan.

5. Investasi

Jika penghasilan yang kamu dapatkan dari pekerjaan freelancer melebihi target pendapatan yang kamu buat, lebih baik jangan langsung dihabiskan. kamu bisa menggunakannya untuk menabung atau berinvestasi. Dengan melakukan investasi, kamu bisa meraih tujuan masa depanmu, misalnya berinvestasi untuk modal nikah, untuk jalan-jalan ke Luar Negeri dan masih banyak lagi. Namun, kamu harus mengetahui dan teliti terhadap investasi yang menguntungkan dan juga terjamin akan keamanannya.

Banyak sekali informasi tentang investasi yang kamu bisa pelajari, tanya juga pada teman yang telah berinvestasi, apa saja keuntungan dan risiko yang dapat terjadi.

Gunakan uang yang mengendap di rekening, tidak digunakan untuk membayar utang ataupun tidak digunakan untuk biaya hidup, uang tersebut bebas digunakan untuk apa saja, daripada lapar mata dan nantinya cenderung boros karena menggunakan uang tersebut, lebih baik digunakan untuk berinvestasi. Lebih baik sedia payung sebelum hujan, kita tidak tahu apa yang terjadi 3 atau 5 tahun kemudian.

6. Apakah utang memperburuk keuangan?

Sebisa mungkin menghindari utang yang digunakan untuk keperluan konsumtif. Jika terpaka berutang, gunakan sebijak mungkin dan disesuaikan dengan kemampuan untuk membayar.

Hutang tidak perlu ditakuti, bahkan bisa memiliki manfaat jika mampu mengelolanya, digunakan untuk upgrade software atau tools, atau digunakan untuk menunjang produktivitas. Semakin meningkatnya produktivitas, bisa menunjang naiknya pendapatan yang akan diperoleh.

7. Mengembangkan bisnis.

Meskipun freelancer tidak memiliki jenjang profesi, tapi mampu untuk mengembangkan bisnis yang sudah dijalankan. Jika kamu sampai pada tahapan ini, harus mengetahui bagaimana cara kelola keuangan yang benar. Semakin bisnis berkembang, cara mengelola uang yang didapatkan tentu saja berbeda ketika saat bekerja sendirian, yang wajib diingat adalah pisahkan pendapatan bisnis dengan pendapatan pribadi.

Sekarang, kamu bisa menerapkan cara kelola keuangan untuk freelancer , dengan menerapkannya kamu akan mengetahui bagaimana arus kas dari pendapatan maupun pengeluaran setiap harinya. Jadi, tidak ada lagi kejadian ke mana semua uang dari hasil kerja keras.