5 Cara Membuat Konten Foto Untuk Blog

Tulisan di blog tanpa kehadiran konten foto buat saya ambyar. Bagi saya foto-foto yang diselipkan di blog bukan sekadar pemanis saja melainkan ada sebuah cerita yang ingin disampaikan dalam bentuk visual. Supaya pembaca bisa ikut merasakan apa yang saya tuangkan dalam tulisan.

Dulu, gambar di postingan blog kebanyakan saya ambil dari situs-situs penyedia gambar gratisan. Maklum, saat itu saya belum banyak kemampuan di bidang fotografi sehingga tidak bisa memproduksinya sendiri.

Membuat Konten Foto Untuk Blog

Seiring perjalanan waktu, saya belajar bagaimana memproduksi foto yang menarik untuk ditampilkan di blog sehingga membuat nilai tambah supaya pembaca makin betah, kecuali gambar yang memang tidak bisa dibuat sendiri. Saya masih menggunakan foto dari web penyedia gambar atau membuat infografis menggunakan Canva. Hal inilah yang mendorong saya untuk belajar banyak fotografi dasar, supaya kemampuan lebih terasah.

Kali ini, saya mau cerita bagaimana proses kreatif ketika membuat konten blog. Jangan lupa untuk dibaca sampai habis ya.

Menentukan Objek Utama

Sebelum memotret, saya akan terlebih dahulu menentukan objek utama yang akan saya foto. Hal ini memudahkan ketika proses memotret karena saya tidak perlu mengeluarkan semua produk, cukup 1-3 produk utama dan tentunya saat proses membersihkan. Misalnya, hari itu saya ingin memotret skincare. Saya akan memilih 1-3 produk skincare yang akan diulas di blog.

Kenapa lebih dari satu?

Biar sekalian pas motret bisa menghasilkan beberapa konten. Menghemat banyak waktu dan tenaga sehingga mempunyai banyak waktu mengerjakan hal lainnya.

  • Mencari Inspirasi di Pinterest/Instagram

Setelah menentukan objek utama. Saya akan berkelana di instagram dan pinterest untuk mencari inspirasi akan seperti apa produk-produk ini divisualkan nantinya. Biasanya dimulai dari memasukkan kata kunci tertentu kalau di pinterest sedangkan di instagram pakai penelusuran hastag. Saya akan mengumpulkan foto-foto yang kiranya bisa diadaptasi menjadi satu folder. Hal ini sering saya lakukan menjelang tidur di malam hari.

Biasanya kegiatan menjaring ide dari instagram dan pinterest ini saya lakukan 2-3 hari sebelum pemotretan. Semakin banyak gambar yang dilihat biasanya akan memantik ide-ide baru.

  • Menentukan Tema

Selesai mengumpulkan referensi gambar, saya akan mulai memilah-milah mana yang bakal saya eksekusi sekaligus menentukan tema yang dipakai, biasanya saya mengambil 2-3 tema dalam satu kali pemotretan.

Dengan adanya tema, akan mempermudah juga saat memilih background, properti pendukung, pencahayaan, dll.

  • Mengatur Komposisi

Bagian paling penting ketika membuat konten foto supaya terlihat menarik adalah mengatur komposisi. Sampai sekarang saya masih belajar terus bagaimana angle dan komposisi yang sesuai ketika membuat foto produk.

Mengatur komposisi berarti kamu harus mengeluarkan kemampuan menata dan kejelian mata untuk menangkap momen yang apik. Di awal mungkin terasa susah, tapi seiring dengan latihan, kamu akan mulai terbiasa dengan komposisi.

Bagi pemula, mungkin bisa menggunakan metode ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi), di mana kamu bisa mencoba mengamati satu foto yang rasanya sesuai dengan produk yang akan foto, lalu tiru komposisinya persis dengan gambar yang tadi. Langkah terakhir, lakukan modifikasi saat hendak eksekusi foto tersebut dengan tema, alas foto dan properti foto yang telah kamu pilih. Voila, jadilah foto versi kamu sendiri.

  • Potret Sampai Bosan

Tidak ada foto bagus yang dihasilkan dalam satu kali jepretan. Percayalah, untuk menghasilkan foto yang maksimal diperlukan puluhan kali pengambilan gambar. Padahal yang hanya diunggah di blog hanya 1-5 foto. Kebayang capeknya? Oh tentu pasti.

Dalam memotret saya biasanya melakukan banyak eksplorasi dalam angle, komposisi atau belajar bagaimana memadu padankan properti foto yang dimiliki sehingga menciptakan foto yang menarik. Bahkan, untuk satu produk, saya bisa mengambil gambar sampai puluhan, lalu mulai menyortirnya menjadi beberapa gambar terbaik.

Jangan takut untuk eksplorasi apa yang hendak kamu jepret, ambil foto sebanyak-banyaknya. Nggak cocok dengan yang bayangkan, ganti dengan tema yang baru, lalu foto lagi hingga kamu merasa mentok dan bosan.

Membuat konten foto memang memerlukan effort yang besar, namun jika dilakukan dengan sepenuh hati hasilnya juga tidak akan mengkhianati. Siapa tahu juga bisa jadi ladang mata pencaharian baru jika ditekuni.

Nah, itulah 5 cara untuk membuat konten foto di blog yang sering saya lakukan. Semoga membantu ya teman-teman.

Author

Tinggalkan komentar

BRT Network adalah arena bermain dan belajar para blogger untuk bisa berbagi ilmu, pengetahuan, update dunia blogging, untuk bertumbuh bersama-sama

Contact

BRT Network