Belajar memperbaiki error pada struktur dasar template blog ternyata asyik banget. Menjadi tantangan tersendiri ketika mengikuti kelas Search Engine Optimization (SEO) yang diadakan oleh Growthing ID dan harus memperbaiki struktur dasar template yang digunakan karena dirasa kurang SEO friendly.

Saya mengatakan tantangan karena para pemateri memberikan kebebasan kepada peserta untuk mencari tahu masalah berikut solusinya. Tapi bukan berarti para coach ini tidak mengarahkan, ya. Mereka memberi tahu, bahkan menuntun kami untuk memperbaiki struktur template. Hanya saja untuk hal-hal dasar yang mudah banget bagi mereka, kami harus cari tahu dan berusaha sendiri supaya kami paham letak kekurangan dan kesalahan pada template yang kami gunakan.

Template Blog yang saya gunakan

Saat ini, saya menggunakan platform Blogspot dengan template Cheerup dari ThemeXPose. Template yang saya gunakan ini versi gratis tapi nyenengin karena rapih dan bersih. Yups, nampak rapih saat dilihat.  Ada bagian menu di header dan terdapat slider juga. Masuk pada bagian post konten, tampilannya makin nyenengin karena terdapat continue reading otomatis dan terdapat akun media sosial. Masuk pada bagian footer, template yang didominasi warna dasar putih dan merah muda, menyediakan widget khusu untuk akun-akun media sosial. Kalau kataku, template ini sempurna. Tapi setelah dilihat strukturnya, banyak yang harus saya benahi supaya lebih ramah di mesin pencarian.

Lho, kok, bisa tahu?

Bisa banget, lah. Sebelum kelas Growthing Blogger dimulai, seluruh peserta yang belajar SEO  diwajibkan untuk menginstall Meta SEO Inspector, extention pada browser Google Chrome. Extention ini berguna untuk memeriksa data meta yang ditemukan di dalam halaman web. Intinya, sih, dengan Meta Seo Inspector, Blogger bisa tahu bagian mana saja yang harus diperbaiki demi masa depan blog lebih baik. 😀

Sebelum cuap-cuap terlalu jauh, ada baiknya untuk tahu struktur dasar template Blog.

Mengenal struktur dasar template Blog menjadi sangat penting ketika Blogger mulai serius untuk kegiatan Blogging. Artinya, Blogger tidak hanya sekadar menulis saja, tapi juga memperhatikan keadaan “rumahnya” supaya makin enak dilihat. 🙂

Pada dasarnya, ada enam struktur dasar template Blog, yaitu Body, Outer-Wrapper, Header, Content, Sidebar dan Footer. Dari keenam elemen utama berdasarkan tata letak blog secara umum, bagian yang paling sering bermasalah dan membutuhkan perhatian khusus yaitu ada pada Header dan Content. Namun, sebelum membahas permasalahan yang kerap muncul, ada baiknya kamu tahu  pengertian dari enam elemen utama template Blog. Yuk mari kita buka laptop.

Body

Body merupakan block paling lebar yang digunakan untuk menampung seluruh konten blog. Semua elemen blog berada di dalam body agar dapat ditampilkan.

Outer Wrapper

Hampir mirip dengan body, hanya saja ini bagian luar template yang digunakan sebagai wadah header, sidebar, content, dan juga footer.

Header

Merupakan bagian paling atas dari blog. Pasti sudah familiar banget dengan yang namanya header, ya. Di header terdapat judul blog, logo, deskripsi  blog, logo, dan ada juga menu-menu.

Content/Main Wrapper

Elemen ini digunakan untuk menampung judul artikel, isi artikel, kolom komentar dan keterangan lainnya mengenai artikel.

Sidebar

Elemen yang lebih familiar dengan widget ini yang digunakan sebagai wadah widget pada blog atau aksesori lainnya yang letaknya ada pada samping kanan kiri. Listing yang berisi link, misalnya. Atau, slide gambar.

Footer

Footer adalah elemen yang menempati bagian paling bawah pada sebuah struktur blog. Footer biasanya dimanfaatkan sebagai tempat untuk menginformasikan kontak pengelola blog atau bisa juga sebagai tempat memasang iklan.

Permasalahan yang Kerap Muncul Pada Struktur Blog

Berbekal Meta SEO Inspector yang telah terinstall, Blogger dapat melakukan pengecekan “kesehatan” blognya baik pada halaman depan (homepage) maupun halaman artikel dengan cara klik artikel. Kualitas blog bisa dikatakan bagus jika tidak terdapat warna merah pada beberapa bagian penting untuk optimasi.

Berikut beberapa permasalahan yang sering dijumpai pada struktur blog:

Perhatikan jumlah karakter

Berada pada kolom common, kamu dapat mengetahui jumlah karakter pada judul blog, deskripsi blog, judul artikel dan deskripsi artikel. Kamu dapat menyesuaikan kebutuhan karakter. Pada judul artikel, misalnya. Maksimal 75 karakter dan minimal 30 kareakter untuk tidak mendapat warna merah.

Penggunaan Attribute “Lang”

Lang atau Language merupakan salah satu atribut HTML global. Atribut ini memungkinkan kamu untuk menentukan bahasa suatu elemen. Misalnya, deklarasi html lang=”id” memberi tahu browser bahwa semua konten di halaman tresebut adalah bahasa Indonesia. Nah, yang menjadi permasalahan, dalam blog berbahasa Indonesia tidak menutup kemungkinan deklarasi html lang=”en” atau Bahasa Inggris.

Jika blog dengan isi aritkelnya Bahasa Indonesia, kamu harus mengganti script “en” menjadi “id”. Dan jika deklarasi html lang belum ada, kamu bisa menambahkan script lang=”id” di depan script language. Strukturnya menjadi . Kode ini terletak pada awal, mudah dicari.

View Report Mobile

Tentang tampilan untuk handphone, view report ini biasanya tersaji dua kali dalam script. Dan ini menjadikan merah salah satunya. Maka dari itu, kamu harus menghapus salah satu script view report pada template. Silakan cari kode , hapus salah satu.

Struktur H1 dobel atau Tidak Terbaca

Paling sering dijumpai masalah yaitu pada struktur header. Ada dua kemungkinan yang terjadi yaitu H1 terdeteksi dobel atau tidak terbaca. Solusi bagi H1 yang tidak terbaca sama sekali, kamu bisa menghapus gambar atau immage yang disisipkan pada header. kamu cukup menggunakan judul blog saja pada header, tanpa menyisipkan immage.

Sementara untuk permasalahan H1 dobel, kamu harus melakukan edit html dengan mencari kode widget header <b:widget id=’Header1′ ……, kemudian menambah script di bawahnya.

Kenapa H1 tidak boleh dobel? Supaya tidak ada duplikasi judul blog

Struktur Heading (H) tidak urut

Setelah masalah H1 selesai, selanjutnya mungkin struktur heading atau H tidak urut. Lalu, bagaimana cara mengurutkannya? Kamu harus edit html sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, struktur H2 atau judul artikel terbaca sebagai H3 (widget). Maka kamu harus mengubah script …. menjadi ….

Mengikuti kelas Growth Blogger sukses menambah ilmu dan pengetahuan. Upgrade ilmu tidak hanya seputar SEO saja, tapi saya jadi lebih paham penggunaan struktur dasar template supaya blog lebih SEO friendly.

Bagaimana? Memperbaiki error pada template Blog cukup mudah, bukan?

 

Author