Berkunjung ke Cirebon rasanya ada yang kurang jika belum mencicipi Empal Gentong, salah satu makanan khas Cirebon.

Nama empal gentong sudah lumayan lama saya dengar, tapi saat itu saya belum pernah mencicipinya. Rasa dan bentuknya seperti apa tak pernah tahu.

Empal Gentong Cirebon

Saat sudah bekerja, saya berkesempatan mengunjungi pabrik di Cirebon untuk urusan pekerjaan. Kemudian orang pabrik mempunyai ide untuk mengajak saya dan teman kantor lainnya untuk makan siang empal gentong.

Ada beberapa tempat makan di Cirebon yang menyediakan menu empal gentong, tapi kala itu kami dibawa ke Empal Gentong Krucuk 1. Katanya, tempat di sini lebih luas dibandingkan yang lainnya. Kami sebagai tamu ya mengikuti saja, toh mereka yang lebih tahu.

Lokasi Empal Gentong Krucuk 1

Kami tiba di Empal Gentong Krucuk 1 saat jam makan siang, dari luar sudah terlihat penuh, banyak mobil yang parkir di depannya. Sampai di dalam ternyata benar saja, hampir semua kursi terisi. Untungnya masih ada kursi tersisa untuk kami.

Memang, empal gentong ini menjadi salah satu makanan khas Cirebon yang wajib dicicipi kalau berkunjung ke kota udang ini. Namun bukan hanya pendatang saja yang makan di sini, warga asli Cirebon juga suka makan siang di sini.

Kenapa namanya Empal Gentong Krucuk? karena lokasinya berada di Jl. Slamet Riyadi No.1-5, Kesenden, Krucuk, Kota Cirebon. Persis berada di samping bank BTN Krucuk.

Mencicipi Empal Gentong

Empal gentong merupakan masakan berkuah santan dengan campuran berbagai bumbu gurih dan potongan daging. Daging yang digunakan ada daging sapi maupun daging kambing, yang diolah dengan bumbu kunyit.

Uniknya lagi, empal gentong ini dimasak menggunakan gentong besar yang terbuat dari tanah liat. Mungkin ini salah satu alasan kenapa namanya empal gentong, atau malah gentong inilah yang menjadi rahasia kelezatannya.

Saya juga baru tahu ternyata empal gentong ada dua macam, empal gentong berkuah santan dan empal asem tanpa kuah santan. Katanya untuk empal asem, kuah asamnya dari buah belimbing wuluh. Penasaran sekali rasanya seperti apa.

Selain empal gentong, di sini juga ada menu lain seperti sate kambing dan tahu gejrot. Kami pun memesan beberapa porsi empal gentong, empal asem, sate kambing dan tahu gejrot.

Ketika memesan empal gentong, kami bisa memilih isiannya sesuai selera. Bisa memilih isian potongan daging saja, isi jeroan saja, atau bisa juga dicampur berisi daging dan jeroan.

Menikmati empal gentong bisa dengan nasi putih atau lontong, balik lagi ke selera kalian. Saya sendiri lebih memilih nasi putih. Untuk campuran kuahnya kalian bisa mencampurkan kecap, jeruk, dan sambal yang sudah disediakan di masing-masing meja.

Setelah menunggu cukup lama, makanan yang kami pesan tiba. Uap panas mengepul dan wangi kuahnya sungguh menggugah selera. Saya mencicipi empal gentongnya terlebih dahulu, daging yang empuk dengan rasa kuah yang gurih dan pedas bercampur sempurna di lidah saya.

Kemudian saya mencoba empal asem. Rasa asem dari belimbing wuluhnya sungguh segar, apalagi dimakan di siang hari yang panas dan jangan lupa makannya dengan krupuk agar lebih nikmat lagi.

Sebagai penutup kami memakan tahu gejrotnya, rasanya seperti tahu gejrot pada umumnya. Menurut saya tak ada yang spesial.

Kesan Makan di Empal Gentong Krucuk 1

Saat itu di Empal Gentong Krucuk 1 memang penuh, mungkin pelayannya juga kewalahan. Sayangnya saat itu kami juga sudah sangat lapar, jadi kurang suka ketika kami datang dan memesan duluan, tapi makanan yang diantar duluan malah meja di belakang kami. Sedangkan mereka memesan belakangan.

Menurut saya ini salah satu kekurang yang ada di pelayanan mereka, beruntungnya makanan di sini enak jadi termaafkan. Untuk harganya juga masih terjangkau, satu prosi empal gentong atau empal asem Rp.22.000 per porsi, untuk sate kambingnya Rp.4.000 per tusuk, dan tahu gejrotnya Rp.8.000 per porsi.

Kalau ditanya apakah akan mampir ke sini lagi ketika berkunjung ke Cirebon? Tentu saja saya akan mampir dan makan di sini lagi. Makanannya enak dan harganya bersahabat, semoga dikunjungan yang berikutnya pelayanannya lebih baik lagi.

Jadi, untuk kalian yang sedang wisata ataupun jalan-jalan melalui jalur pantura lalu berkunjung ke Cirebon jangan lupa untuk mencicipi salah satu makanan khas Cirebon ini ya