Sailing Komodo adalah berlayar menjelajah beberapa gugusan pulau di Labuan Bajo. Destinasi di Indonesia Timur ini terletak di provinsi Nusa Tenggara Timur.

Cerita ini berdasarkan pengalaman saya sewaktu mengikuti kegiatan Sailing Komodo. Arti “Sailing” adalah berlayar “Komodo” sendiri adalah ikon dari Labuan Bajo. Seperti kita ketahui Komodo adalah binatang purba tertua di dunia yang masih tersisa di Pulau Komodo Labuan Bajo.

Pengalaman Sailing Komodo

Saya sendiri mengikuti “Sailing Komodo” pada bulan Maret 2019. Bergabung bersama komunitas backpacker saya mengikuti trip yang menurut saya unik dan lain dari yang lain. Biasanya trip perjalanan wisata akan menyusuri daratan dari satu kota ke kota lainnya.

Kali ini saya menyusuri lautan supaya bisa singgah dari satu pulau ke pulau lainnya. Konsekuensinya saya harus menginap di tengah laut selama tiga hari dua malam. Untuk sailing sendiri ada dua pilihan. Wisatawan dapat memilih berlayar secara pulang pergi. Bisa juga  berlayar sambil menginap di tengah laut. Keuntungan menginap di tengah laut, wisatawan dapat mengunjungi beberapa destinasi pulau.

Persewaan Kapal Layar

Aneka jenis persewaan kapal layar tersedia di Dermaga Ujung Labuan Bajo. Harga yang dikenakan pada wisatawan tergantung dari jenis kapal layar, fasilitas dan berapa banyak gugusan pulau yang akan disinggahi. Cara menyewa kapal layar ini bisa perorang yang akan digabung dengan orang lain hingga kuota terpenuhi atau perkelompok secara private.

Komunitas backpacker tempat saya bergabung memilih menyewa satu kapal layar medium dengan kompartemen atau kamar yang dapat digunakan 12 orang peserta.

Persiapan Penting

Semua peserta mendapat briefing mengenai persiapan apa saja yang harus dibawa dari rumah. Berikut persiapan penting untuk mengikuti sailing komodo.

  1. Fisik prima. Sailing Komodo adalah perjalanan wisata dengan cara berlayar dan menginap di tengah laut. Untuk itu dibutuhkan fisik prima dan kuat terhadap angin dan ombak laut. Pastikan kondisi tubuh sangat sehat ketika hendak berangkat.
  2. Obat-obatan pribadi. Walaupun kondisi tubuh dalam keadaan prima, namun semua peserta diminta untuk membekali diri dengan obat-obatan pribadi. Misalkan minyak kayu putih, obat anti mabuk laut, obat anti masuk angin dan sebagainya. Intinya peserta diminta membawa obat-obatan yang biasa digunakan untuk diri sendiri.
  3. Makanan ringan. Jika memilih berlayar dengan menginap di tengah laut maka akan diberikan fasilitas makan sehari 3 x yang dimasak langsung oleh juru masak kapal. Air minum kemasan tersedia dalam jumlah cukup. Peserta trip dapat membawa makanan ringan seperti camilan ataupun mie instant. Untuk memasak mie instant bisa minta tolong juru masak kapal untuk membuatkannya.

Kondisi Cuaca

  1. Jaket dan jas hujan. Kondisi angin laut pada malam hari sangat dingin. Untuk itu peserta trip diingatkan selalu menggunakan jaket supaya tubuh tetap hangat. Untuk jas hujan diperlukan jika sedang menjelajah satu pulau kemudian terjadi hujan tiba-tiba.
  2. Baju dengan bahan katun. Cuaca di gugusan pulau Labuan Bajo sangat panas dan terik. Untuk kenyamanan sebaiknya membawa pakaian secukupnya dengan bahan kaus yang menyerap keringat. Jika ingin bermain air atau snorkling jangan lupa membawa baju renang.

Peralatan dan Perlindungan Diri

  1. Bahan pelindung kulit dan mata. Ketika menjelajah gugusan pulau dan wisatawan turun ke daratan maka cuaca panas terik menyapa. Untuk menjaga kesehatan mata dan kulit dianjurkan memakai topi atau payung, kaca mata hitam dan mengoleskan tabir surya ke kulit muka, tangan dan kaki. Jangan lupa selalu membawa sebotol kecil air mineral supaya tidak dehidrasi.
  2. Alas kaki yang nyaman. Ketika menjelajah daratan pulau, wisatawan akan melakukan treking mendaki bukit. Siapkan alas kaki yang nyaman dan aman. Hindari alas kaki yang licin atau dapat membuat kaki keram.

Perlengkapan Penunjang

  1. Dianjurkan membawa ransel. Trip ini adalah berlayar menggunakan kapal. Untuk itu usahakan membawa tas berisi baju yang ringkas dan bisa dipanggul. Tas ransel atau backpack sangat dianjurkan. Hindari membawa koper ataupun tas tangan besar.
  2. Alat charger smartphone. Berwisata kurang lengkap jika tidak berswafoto. Pada setiap kamar di kapal layar terdapat rangkaian stop kontak untuk mengisi daya smartphone. Untuk itu jangan lupa membawa charger smartphone dan powerbank jika diperlukan.
  3. Uang tunai secukupnya. Di daratan Labuan Bajo mesin anjungan tunai sangat terbatas. Dianjurkan untuk membawa uang tunai secukupnya dari rumah. Pada saat trip berlangsung uang tunai diperlukan untuk membayar tiket masuk ke setiap destinasi wisata. Selain itu uang tunai diperlukan untuk menyewa peralatan snorkling (bagi yang ingin snorkling) sebelum kapal berlayar. Jadi persiapkan uang tunai secukupnya.

Demikian Tips Mengikuti Sailing Komodo yang asyik dan anti Repot. Semoga bermanfaat, dan jadi acuan teman-teman yang berkeinginan berwisata dengan cara berlayar. Selamat menikmati pengalaman yang menakjubkan ini.

Author