Apa yang bisa kita lakukan saat berumur lima belas tahun? Pada umumnya anak usia sekolah lebih suka bermain dan menghabiskan uangnya untuk membeli barang favorit atapun bersenang-senang dengan teman sebaya.

Namun berbeda dengan Frenanda Gunawan Eko Chondro yang biasa disapa Frenanda, sejak SMP remaja ini sudah mulai berpikir untuk bisa membantu sesama. Berawal dari keinginan untuk membantu teman yang kesusahan kemudian berkembang membantu ke yayasan dan yang lain, Frenanda mendirikan Komunitas Di Atas Awan pada 24 November 2018.

Saya tahu komunitas sosial ini melalui akun Instagram Climate Change Frontier (CCF) dan Frenanda adalah anak dari Pak Baskoro selaku pendiri CCF.

Berkenalan dengan Komunitas Anak Di Atas Awan

Komunitas Anak Di Atas Awan adalah kumpulan anak-anak usia 13-15 tahun. Tujuannya untuk menanamkan kepedulian pada anggotanya dengan cara membantu sesama, seperti anak yatim dan kaum dhuafa.

“Saat masih kelas 8 SMP, aku merasa iba melihat teman-teman seusiaku yang tidak punya orang tua atau tidak bersekolah. Bahkan untuk mereka makan saja susah. Maka dari itu dengan dibantu ayah dan saudara, aku membentuk Komunitas Anak Diatas Awan. Tidak hanya bertujuan untuk membantu teman-teman seusiaku atau orang lain tapi juga membentuk karakter kami untuk peduli terhadap sesama karena Kami Adalah Anak Indonesia.” Ujar Frenanda melalui akun Instagramnya.

Frenanda yang masih sekolah biasanya dibantu saudara-saudaranya untuk turun tangan membantu orang lain. Saat ini pun Komunitas Anak Di Atas Awan juga belum memiliki banyak anggota karena Frenanda merasa belum waktunya meskipun ada beberapa orang tua yang ingin anaknya bergabung.

Oleh karena itu dalam pelaksanaan kegiatan komunitas ini masih sering dibantu oleh Pak Baskoro dan tim CCF.
Sempat Ragu dalam Mendirikan Komunitas Ini, Mengapa?

Frenanda pernah merasa sempat ragu untuk mendirikan komunitas ini dikarenakan ada sebuah kata “jika tangan kanan memberi maka tangan kanan tidak boleh tahu”.

Namun, hal ini dijelaskan lebih lanjut oleh sang ayah bahwa untuk membantu sesama memang tidak perlu dipamerkan kepada orang lain. Sedangkan ini adalah komunitas yang tujuannya untuk membantu sesama sekaligus mengajak orang lain untuk ikut berbagi dengan orang yang membutuhkan.

Nah, untuk mengajak orang lain berbuat baik, kita harus mencontohkannya terlebih dahulu. Kecuali kita perorangan, maka tidak perlu memerkannya. Namun, karena ini sebuah komunitas sebaiknya menjalankannya sesuai tujuan komunitas.

Aksi Sosial Komunitas Anak Di Atas Awan

Hingga saat ini sudah lebih dari 15 aksi sosial yang dilakukan Frenanda baik sendiri maupun bersama komunitas yang lain. Sebagian dana yang digunakan untuk melakukan aksi sosial Komunitas Anak Di Atas Awan dikumpulkan oleh Frenanda dari uang sakunya. Berikut ini beberapa aksi sosial yang telah dilakukannya:

  • Action for Charity bersama CCFrontier dengan membagikan beras kepada keluarga yang tidak mampu.
  • Bersama CCFrontier, Probolinggo Peduli, dan Relawan Kironggo Peduli membagikan kurang lebih 2500 masker kepada mereka yang terdampak erupsi Gunung Bromo.
  • Memberikan bantuan kepada Yayasan Yatim Piatu / Anak Asuh AL – FITROH.
  • Turut serta dalam Campaign Bahaya Plastik dari CCFrontier di CFD Malang.
  • Memberikan bantuan untuk Pengungsi Gempa Maluku berkolaborasi dengan CCFrontier dan Relawan Kironggo Peduli Bondowoso, dan ACT Jember.
  • Membagikan masker kepada masyarakat Bondowoso dalam rangka mengurangi penyebaran covid-19.

Program Wifi Gratis untuk Siswa

Seperti yang kita tahu, saat ini pandemic covid-19 belum berakhir. Salah satu dampak yang sangat dikeluhkan sebagian masyarakat adalah anak-anak yang belum bisa kembali ke sekolah untuk menghindari penyebaran covid-19.

Akibatnya anak-anak harus belajar di rumah secara daring. Tapi, tidak semua anak bisa mengikuti kegiatan sekolah daring karena kurangnya fasilitas belajar seperti jaringan internet. Mungkin hal ini tidak bermasalah untuk masyarakat dengan ekonomi menengah ke atas, tapi bagaimana dengan anak-anak di desa dengan orang tua berpenghasilan pas-pasan?

Tentunya kita tidak menginginkan mereka kehilangan kesempatan belajar hanya karena tidak dapat menjangkau paket data. Oleh karenanya Komunitas Di Atas Awan dan CCfrontier memulai program wifi gratis yang dimulai dengan modem berkapasitas 10 orang.

Ada dua aksi dalam Program Wifi Gratis ini, yaitu wifi gratis untuk siswa yang disediakan oleh Pak Baskoro melalui modem wifi dengan kapasitas maksimal 10 pengguna. Kemudian Rumah Wifi CCF yang didanai oleh donator dengan memasang pemancar wifi di beberapa tempat yang strategis untuk belajar anak-anak. Untuk program yang kedua ini akan melibatkan masyarakat dalam pendanaan.

Beberapa tempat yang telah terpasang program wifi gratis adalah Kelurahan Dabasah dan Kelurahan Blindungan, Bondowoso.

Berbagi Tidak Akan Membuat Rugi

Berbagi tidak akan membuat kita rugi karena harus memberikan milik kita untuk orang lain. Namun akan mendatangkan berbagai manfaat.

Coba diingat, pernah nggak kalian berbagi makanan dengan saudara, memberi uang receh kepada pengamen, atau membantu teman yang kesusahan? Lalu setelahnya akan muncul perasaan senang yang dan rasa bangga kepada diri sendiri. Nah, ini loh manfaat berbagi dan rasa senang adalah efek hormone dophamine yang dihasilkan otak kita saat berbagi.

Berbagi juga membuat kita merasa tenang dan damai yang merupakan efek dari hormone oxitocin yang dihasilkan otak dan dapat mengurangi stress.

Manfaat lain dari berbagi adalah meningkatkan kepedulian sosial dan meringankan beban orang lain yang sedang kesusahan.

Seperti Komunitas Anak Di Atas Awan yang akan terus berbagi untuk mendatangkan banyak manfaat bagi anggota, komunitas, dan juga orang lain. Semoga komunitas ini bisa semakin banyak mendatangkan manfaat dan terus berkarya. Amiin

Sudahkah kalian berbagi, Kawan?

Author