Liburan, jalan-jalan, alias travelling terasa kurang lengkap, jika belum kulineran. Bahkan sebelum berangkat, biasanya orang-orang sudah mencari tempat rekomendasi terlebih dahulu. Sehingga setelah sampai di tujuan, tinggal meluncur ke sana buat icip-icip rasa.

Nah, buat kamu yang masih bingung liburan mau ke mana, penting banget untuk membaca tulisan ini. Karena cuma di sini, kamu bisa mendapatkan daftar tempat kuliner Solo legendaris di yang rasanya tidak akan membuatmu kecewa. So, check this out!

Daftar Tempat Kuliner Solo Legendaris

Ada banyak sekali makanan enak di kota ini, baik makanan asli Indonesia maupun pengaruh dari masa penjajahan dahulu. Seperti:

1. Selat Solo

Kuliner Solo legendaris salah satunya adalah Selat Solo. Makanan yang berasal dari Belanda berupa daging rebus yang sudah sedikit dimodifikasi.

Ada juga yang mengatakan steaknya “wong Jowo”. Apapun sebutannya, makanan dengan kuah encer manis ini terasa nendang di lidah.

Perpaduan rempah-rempah dengan sedikit tambahan sayuran, membuat makanan ini semakin diminati.

Untuk mendapatkan citarasa yang asli, kamu bisa mengunjungi:

  • Warung Selat Mbak Lies
    Jalan Veteran Gg. 2 No.42, Serengan, Kota Surakarta
  • Warung Selat Viens
    Jalan Hasanudin No.99 D/E, Punggawan, Banjarsari, Kota Surakarta
  • Warung Selat Tenda Biru
    Jalan K.H Samanhudi No.01, Purwosari, Laweyan, Kota Surakarta

2. Tahu Kupat

Tahu kupat merupakan makanan khas sekaligus menjadi kuliner Solo yang cukup legendaris. Terbuat dari bahan dasar ketupat dan tahu putih goreng.

Ada juga tambahannya berupa irisan kol, mie, tauge, dan bakwan yang disiram kuah berwarna cokelat kehitaman.

Kuah manis gurihnya terasa semakin lezat, saat bertemu dengan taburan kacang goreng utuh di atasnya.

Warung tahu kupat yang rasanya tetap mantap, bisa kamu temukan di:

  • Tahu Kupat Sido Mampir
    Jalan Gajah Mada No.09, Solo
  • Tahu Kupat Pak Gombloh
    Jalan Perintis Kemerdekaan No.62, Sondakan, Laweyan, Solo
  • Tahu Kupat Mas Yono
    Jalan Papagan Dusun II, Makamhaji, Kartasura, Solo

3. Sate Buntel

Sate kambing memang yang terkenal milik Tegal, tetapi khas kota Solo pun tidak kalah nikmatnya.

Sate buntel, begitulah sebutan untuk daging kambing cincang yang dibungkus (dibuntel) dengan lemak kambing ini.

Aroma lemak pembungkus yang ikut terbakar, dijamin akan membuat perutmu keroncongan. Wangi, gurih, dan semakin nikmat saat disantap menggunakan sambal kecap yang kental.

Wuih, benar-benar ancaman bagi pecinta kuliner.Rasakan sensasinya di kedai:

– Sate Kambing Mbok Galak, Jalan Mangun Sarkoro No. 122, Banyuanyar, Surakarta
– Sate Kambing Tambak Segaran, Jalan Tambaksegaran 39 (Sutan Syahrir 149), tepatnya di lokasi timur Pasar Legi
– Sate Kambing Haji Bejo,Jalan Sebakung 10 Lojiwetan, Surakarta

4. Timlo

Namanya sedikit unik seperti nama sebuah grup lawak Indonesia, ternyata rasanya pun demikian.

Timlo adalah makanan sejenis sop yang berisi suwiran daging ayam, pindang kecap, irisan telur, ati ampela, dan beberapa potong sosis Solo.

Mungkin campurannya sedikit aneh, tetapi jangan berkomentar sebelum merasakannya. Lidahmu bisa berguncang dibuatnya. Buktikan kelezatan makanan ini di:

  • Timlo Solo Sastro
    Jalan Kapten Mulyadi No.08, Sudiroprajan, Jebres, Surakarta
  • Timlo Kwali Mangkunegaran
    Jalan Raden Mas Said No.09, Kepabron, Banjarsari
  • Timlo Maestro Solo
    Jalan Ahmad Dahlan No.60, Kepabron,

5. Brambang Asem

Salah satu kuliner jadul khas Solo selanjutnya adalah Brambang Asem, yaitu makanan dari daun ubi jalar yang direbus, lalu disiram dengan sambal yang terbuat dari bawang merah bakar, cabai, terasi, garam, gula, dan asam Jawa.

Tinggal santap dengan gorengan tempe gembus, yaitu tempe yang terbuat dari sisa ampas tahu. Dari namanya terdengar sangat sederhana, bukan?

Wajar saja, karena konon katanya makanan ini menjadi menu sarapan pas zaman penjajahan Belanda. Karena keterbatasan lauk dan bahan makanan, mau tidak mau masyarakat harus berinovasi dengan stok seadanya. Dan jadilah si Brambang Asem ini.

Salah satu penjual yang teristimewa adalah Yu Ngatmini. Beliau sudah berjualan di Pasar Gedhe selama 20 tahun dan soal rasa, tidak pernah berubah. Cocok nih untuk dijadikan bahan pengobat rindu dengan masa-masa tempo doeloe.

Kalau sudah berbicara soal makanan, nggak akan ada habisnya. Daripada perut semakin keroncongan, mending langsung catat tempat kuliner Solo legendaris di atas. Lalu pesan tiket, dan berangkat Jangan lupa jalan-jalan sekaligus belajar mengenal adat Solo dan adat Kesultanan Surakarta. Selamat berlibur dan selamat menikmati setiap suap makanan.

Author