Masjid Bersejarah nan Memesona di Turki Selain Hagia Sophia

Tahun 2020 lalu, Hagia Sophia telah kembali difungsikan menjadi masjid. Beralihnya status bangunan ikonik di Istanbul ini tentu semakin mengundang wisatawan yang ingin mengunjungi Aya Sofya dengan penampilan barunya. Terlepas dari perubahannya, Hagia Sophia memang cantik dan menawan dari sononya.

Usia yang menua tak melunturkan daya pikatnya. Tak heran wisatawan dari berbagai negara berbondong-bondong berkunjung ke sana. Ya, bangunan yang telah berusia 1500 tahun itu selalu ramai pengunjung.

Masjid Bersejarah di Turki

Namun, sesungguhnya masjid bersejarah di Turki tidak hanya Hagia Sophia. Setidaknya, ada lima masjid lainnya yang memiliki cerita dan daya tarik yang tak kalah mengagumkan. Kelima masjid itu adalah Masjid Sultan Ahmed (Blue Mosque / Sultanahmet Camii), Masjid Ayyub Al Anshari (Eyup Sultan Camii), Masjid Agung Bursa (Bursa Grand Mosque/Ulu Camii), Green Mosque (Yeşil Camii), dan Masjid Isa Bey (Isa Bey Mosque).

1. Masjid Sultan Ahmed

Masjid yang berlokasi di Istanbul ini berada dalam satu kompleks dengan Hagia Sophia dan Topkapi Palace. Pengunjung harus masuk ke dalam untuk memahami kenapa masjid ini disebut Blue Mosque. Jika melihat foto-foto yang beredar di internet, Blue Mosque memiliki interior dengan nuansa biru.

Kalau dari luar saja, Masjid Sultan Ahmed ini memertahankan warna dari bebatuan asli yang digunakan bahan bangunan. Ketika saya ke sana, kebetulan saat salat Jum’at dan saya tidak bisa masuk karena terlalu ramai.

Wisatawan asing diperbolehkan masuk untuk melihat-lihat, namun, tidak ketika waktu sholat 5 waktu. Jika sedang salat jum’at, masjid yang dibangun pada Era Ottoman ini penuh sesak. Wisatawan dan penduduk lokal baik yang laki maupun perempuan berebut untuk mendapat tempat salat di dalam.

Wajar saja, karena masjid ini menjadi saksi bisu sejarah Turki dan dibuat untuk menandingi Hagia Sophia. Apalagi, Setelah salat, di dekat tangga keluar ada suguhan kecil berupa turkish delight yang manis dan membuat kita selalu ingat keramahan masjid megah berkubah biru ini.

2. Masjid Ayyub Al Anshari

Eyüp Sultan Camii merupakan salah satu masjid tertua dan bersejarah di Turki. Wisatawan yang ke sini bisa salat lalu berziarah ke makam karena di dekat area utama masjid terdapat situs makam Ayyub Al Anshari. Beliau adalah seorang sahabat Nabi Muhammad yang merupakan kaum anshar atau kaum yang menyambut kedatangan Nabi Muhammad di Madinah.

Seperti masjid lainnya di Turki, Masjid Ayyub Al Anshari juga memiliki lampu melingkar di tengah ruangan salat. Interior masjid memiliki warna coklat pucat. Sorot lampu temaram membuat ruangan beribadah terasa sangat syahdu. Pilihan interior ini berbeda dengan makam Ayyub Al Anshari yang lebih berwarna terang dan dipenuhi corak khas Turki.

3. Masjid Agung Bursa / Grand Mosque Bursa

Masjid megah yang dibangun pada Era Seljuk ini berada di tengah kota Bursa, sekitar 2 jam berkendara dari Istanbul. Berbeda dengan masjid Era Ottoman seperti Blue Mosque yang memiliki banyak menara dengan kubah bertingkat, Ulu Camii ini hanya memiliki 2 menara dan dengan 20 kubah yang tersusun hampir sama tingginya.

Daya pikat utama masjid ini selain dari nilai sejarah adalah bagian dalam masjid yang membuat siapapun betah berlama-lama di dalamnya. Suasananya sangat sejuk dengan sirkulasi udara dan sinar yang baik. Bahkan, di dalamnya ada air mancur. Gemericik airnya membuat suasana menjadi fresh.

Bangunan luarnya menggunakan batu yang kuat dengan warna ivory, sementara interiornya memiliki perpaduan warna krem muda dengan banyak ukiran kayu yang berwarna coklat tua. Masjid ini tidak memiliki tembok tebal yang menjadi pemisah antara jamaah laki-laki dan perempuan dan hanya menggunakan pemisah yang portable atau dapat dipindah-pindah.

Sama seperti Blue Mosque, siapapun dapat berkunjung ke Ulu Camii kecuali pada waktu salat, ada pembatasan pengunjung dan waktu berkunjung.

4. Yeşil Camii (Green Mosque)

Lokasi Yeşil Camii ini berada di daerah yang lebih tinggi atau area perbukitan, satu area dengan kompleks makam Sultan Mehmed I dan keluarganya. Lokasinya berada di sekitar 300 meter dari masjid. Di sekitar kompleks makam juga ada taman dan pepohonan cemara yang meneduhkan.

Green Mosque sendiri tidak sebesar masjid bersejarah di Istanbul. Toiletnya kecil dan kurang terawat. Ruang ibadah untuk perempuan juga sangat terbatas. Namun, interior masjid ini sangat menarik. Berbeda dengan masjid lainnya, masjid ini dibangun pada era peralihan dari Selcuk ke Ottoman.

Hal ini berdampak pada desain interior masjid yang mirip sekali dengan Blue Mosque tetapi juga ada kemiripan dengan Grand Mosque terutama pada area air mancur mini di tengah dan beberapa ukiran kayu. Sementara pengaruh Ottoman yang terlihat di sini adalah ornamen pada dinding serta pemisahan ruangan yang ketat antara ruang beribadah laki-laki dan perempuan. Seperti namanya, Green Mosque menggunakan warna hijau yang dominan untuk interiornya.

Buat wisatawan yang gemar berbelanja, sekitar 500 meter dari masjid ada Silk House atau Silk Market Bursa. Ini adalah tempat yang tepat untuk berbelanja oleh-oleh khas Turki karena harganya cukup terjangkau dengan pilihan souvenir yang beragam.

Kalau soal harga, nyaris semurah di Grand Bazaar Istanbul. Di sini, wisatawan bisa menemukan evil eye yang menjadi buah tangan khas Turki, dompet, lampu, keramik, kaos, dan tentu saja sutra khas Turki dengan motif yang cantik. Hati-hati kalap, ya! Hehehe.

5. Masjid Isa Bey (Isa Bey Mosque)

Masjid ini agak jauh dari kota Istanbul dan Bursa, yakni berlokasi di Izmir. Kendati demikian, justru hal inilah yang menjadi pemantik rasa penasaran banyak wisatawan. Isa Bey Mosque merupakan salah satu masjid tertua di Turki yang sangat cantik. Seperti Ulu Camii, masjid ini dibangun pada Era Seljuk.

Saya pribadi lebih menyukai arsitektur masjid Era Seljuk karena pilihan warna interior dan batu bangunannya lebih “kalem” dan selalu ada area yang sejuk di dalam masjid. Jika di Ulu Camii ada air mancur, di Isa Bey Mosque ada taman di dalam bangunan masjid. Taman ini juga menjadi area berwudhu.

Kesamaan lainnya dengan Ulu Camii adalah di Isa Bey Mosque tidak memiliki tembok pemisah antara jamaah laki-laki dan perempuan.

Ada daya tarik lainnya dari masjid yang dibangun oleh arsitek Suriah ini. Isa Bey Mosque dulunya berdampingan dengan gereja. Fakta menarik ini menjadi bukti kuatnya toleransi di Turki. Selain itu, di sekitar Isa Bey Mosque wisatawan dapat menemukan reruntuhan bekas kejayaan Yunani Kuno.

Hal ini memungkinkan karena Kota Izmir memang dekat dengan Aegan Sea yang menjadi pemisah antara Yunani dan Turki. Ada lokasi wisata lain yang dapat pula kamu kunjungi jika ke Masjid Isa Bey seperti Ephesus Ancient City, Rumah Bunda Maria atau Meryem Ana Evi, dan Kuil Artemis.

Bagaimana, sudah tertarik menjelajahi Turki dan menyelami sejarahnya yang menarik? Sabar dulu, ya, tunggu pandemi usai dan tetap menjaga kesehatan.

Author

Tinggalkan komentar

BRT Network adalah arena bermain dan belajar para blogger untuk bisa berbagi ilmu, pengetahuan, update dunia blogging, untuk bertumbuh bersama-sama

Contact

BRT Network