Seberapa penting memilih asuransi dan investasi saat pandemi? Mungkin itu pertanyaan yang ada di benak sebagian besar orang. Situasi pandemi yang belum mereda berimbas pada kehidupan perekonomian jutaan keluarga. Tak terhitung banyaknya pencari nafkah yang berkurang pendapatannya bahkan sampai dirumahkan.

Jutaan kepala keluarga berjuang untuk tetap dapat survive menjalankan roda perekonomian rumah tangga. Banyak yang berusaha keras mencari tambahan penghasilan dengan cara apapun sepanjang halal.

Ada yang berjualan makanan, minuman, tanaman hias, pakaian, beralih menjadi pengemudi online dan masih banyak lagi lainnya. Selanjutnya banyak yang memilih mengencangkan ikat pinggang dengan cara mengendalikan keuangan rumah tangga.

Pertanyaan yang muncul apakah masih perlu memiliki asuransi dan investasi dalam situasi ekonomi yang tak menentu ini? Jawabannya tergantung kebutuhan setiap individu. Namun secara umum perlu memiliki asuransi dan perlu memiliki investasi jika memungkinkan.

Perbedaaan Asuransi dan Investasi

Asuransi adalah produk perlindungan. Hal ini untuk melindungi tertanggung jika terjadi suatu kejadian tak diinginkan. Seperti kecelakaan atau kehilangan nyawa.

Jika mempunyai produk asuransi maka keluarga tertanggung tidak perlu disibukkan mengupayakan biaya. Karena sudah ada penjamin yang akan membiayai akibat resiko kejadian yang menimpa tertanggung.

Sedangkan investasi adalah sebuah produk yang dapat dibeli dengan tujuan mendapatkan keuntungan di masa depan. Jenis investasi bisa berupa barang maupun surat berharga.

Contoh barang; rumah, tanah, perhiasan atau logam mulia. Untuk surat berharga ada saham, obligasi, reksadana atau deposito.

Penawaran produk gabungan antara asuransi dan investasi banyak ditawarkan dipasaran. Tidak ada yang salah dengan hal ini sepanjang tujuan yang diinginkan tercapai. Namun jika dilihat dari definisi dasar kedua produk ini sebaiknya memilih secara terpisah untuk tujuan dan hasil yang maksimal.

Cara Memilih Asuransi saat Pendemi

Tidak ada satupun orang yang ingin sakit. Kesehatan mahal harganya. Begitupun dengan kematian tidak ada satu orang pun yang ingin ditinggalkan anggota keluarga dalam waktu dekat.

Untuk menyiasati hal ini maka sebagai manusia kita perlu berikhtiar dengan menyiapkan produk perlindungan diri berupa asuransi.

  1. Asuransi jiwa murni.

Diperlukan apabila tertanggung mempunyai tanggungan anak dan istri. Biasanya premi yang dibayarkan asuransi jiwa murni ini lebih terjangkau. Jika tertanggung meninggal dunia setidaknya ada uang pertanggungan yang akan dibayarkan pihak asuransi untuk keluarga tertanggung.

Sehingga keluarga yang ditinggalkan dapat meneruskan kehidupannya menggunakan uang pertanggungan tersebut.

  1. Asuransi kesehatan murni.

Perlindungan kesehatan ini penting dimiliki semua anggota keluarga. Terlebih dalam situasi pandemi seperti saat ini. Untuk berjaga-jaga kalau ada anggota keluarga yang sakit maka perlu mempunyai asuransi kesehatan murni.

Banyak pilihan asuransi jiwa murni dengan harga terjangkau. Mulai dari yang dikeluarkan pemerintah sampai perusahaan swasta.

Cara Memilih Produk Investasi Saat Pandemi

Situasi perekonomian saat pandemi sangat sulit untuk semua orang. Namun hal ini tidak menutup kemungkinan untuk berinvestasi. Pada dasarnya untuk berinvestasi harus melihat kondisi keuangan keluarga.

Ada baiknya setiap keluarga membuat neraca keuangan yaitu perbandingan antara aset atau harta dibandingkan dengan kewajiban atau hutang.

Jika posisi nilai harta atau asset lebih besar dari hutang maka selisih uang yang ada dapat digunakan untuk investasi. Jika ingin berinvestasi mulai dari yang mempunyai resiko kecil.

Namun tentu saja imbal hasil tidak begitu tinggi. Jika ingin mempunyai imbal hasil tinggi tentu ada resiko tinggi yang harus ditanggung.

Gunakan uang tak terpakai untuk membeli produk investasi. Artinya sebagian besar pendapatan sudah dialokasikan untuk biaya operasional rumah tangga termasuk asuransi dan dana darurat. Selisih dari alokasi uang tersebut bisa digunakan untuk investasi.

Selanjutnya tetapkan tujuan dari investasi apakah untuk biaya anak sekolah, membangun atau merenovasi rumah atau keperluan lain. Hal ini berkaitan dengan jangka waktu investasi dan imbal hasil yang akan didapatkan.

Produk Investasi Umum

  • Logam mulia atau emas batangan murni

Ini adalah produk investasi dengan resiko kecil namun tentu saja imbal hasil juga kecil. Logam mulia bisa didapatkan pada toko emas, pegadaian dan perusahaan pembuat logam mulia.

Nilai logam mulia yang cenderung naik membuat produk ini menjadi pilihan aman sebagai produk investasi. Kenaikan harga logam mulia dipengaruhi banyak hal terutama situasi perekonomian dunia. Karena itu kenaikan harga logam mulia naik secara perlahan dan signifikan.

Saat ini beberapa perusahaan gadai,bank sampai marketplace sudah menawarkan tabungan emas dengan cara mengangsur. Hal ini tentu tidak memberatkan karena dapat dibayarkan dengan nominal jumlah tertentu yang terjangkau.

  • Deposito

Produk bank ini dikenal pada kalangan masyarakat sebagai salah satu produk investasi. Penempatan dana pada deposito harus mempertimbangkan bank yang mengeluarkan produk ini.

Pilih bank terpercaya yang dapat menjamin keamanan dana nasabah. Jangan tergiur tingkat suku bunga tinggi. Untuk memilih bank terpercaya dapat dilihat pada daftar Lembaga Penjamin Simpanan yang dikeluarkan pemerintah.

  • Obligasi

Produk investasi ini adalah surat utang untuk pendanaan. Biasanya dikeluarkan oleh pemerintah. Pendanaan yang terkumpul digunakan untuk membiayai pembangunan.

Jangka waktu pengembalian obligasi adalah jangka panjang kurang lebih sampai dengan 10 tahun.

Imbal hasil yang dijanjikan juga tinggi setara dengan resikonya. Namun jika memilih obligasi milik pemerintah tentu saja dijamin keamanannya. Cara mendapatkannya bisa melalui lembaga keuangan atau bank yang ditunjuk pemerintah untuk menjual obligasi.

  • Reksadana

Produk investasi ini berupa kumpulan dari sekelompok penanam modal dalam satu wadah untuk kemudian diputar kembali oleh manajer investasi.

Reksadana dibagi menjadi empat yaitu; reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham dan reksadana campuran.

Sama seperti obligasi, reksadana juga mempunyai imbal hasil tinggi. Tempat membeli reksadana bisa melalui perusahaan sekuritas, bank dan agen penjual di e-marketplace

  • Saham

Produk ini adalah bukti kepemilikan pemegang saham terhadap kontribusi modal suatu perusahaan. Imbal hasil dari kontribusi modal adalah pembagian keuntungan dari perusahaan kepada pemegang saham.

Membeli saham dapat dilakukan melalui bursa efek, agen penjual pada e-marketplace dan perusahaan sekuritas terpercaya. Tingkat resiko pada saham juga tinggi hal ini setara dengan imbal hasil yang tinggi.

Kesimpulan

Pilihan membeli produk asuransi dan investasi terlebih saat pandemi harus memperhatikan kondisi keuangan baik personal maupun individu. Setelah itu tentukan tujuan dari pembelian kedua produk tersebut supaya mendapatkan hasil maksimal. Selanjutnya pastikan memilih perusahaan tempat membeli produk asuransi dan investasi yang terpercaya. Selamat membeli produk asuransi dan investasi.

 

Author