Rumah merupakan tempat pertama bagi anak belajar segala hal. Oleh karena itu semestinya anak mendapatkan suasana belajar yang asyik dan menyenangkan di rumah. Terutama di masa pandemi seperti sekarang, saat anak-anak diharuskan belajar di rumah, sudah seharusnya rumah diciptakan sebagai tempat belajar yang efektif.

Rumah yang ramah untuk kegiatan belajar anak sangat penting untuk mendukung semangatnya bahkan dapat memicu prestasi anak di sekolah.

Dengan pengaturan yang tepat dan tips yang sederhana kita bisa menciptakan suasana yang kondusif dan nyaman untuk kegiatan belajar. Apapun gaya belajar yang dimiliki anak, seperti gaya belajar auditori, visual ataupun kinestetik, mereka sama-sama membutuhkan suasana yang nyaman untuk belajar.

Menciptakan Rumah Ramah Belajar Untuk Anak

Cukup mudah untuk menciptakan rumah yang mendukung kegiatan belajar anak. Berikut ini tips sederhana yang bisa diterapkan untuk menciptakan rumah ramah belajar.

  1. Lokasi rumah

Apabila baru punya rencana membeli atau hendak membangun rumah, sebaiknya memilih lokasi rumah yang agak jauh dari keramaian dan suasananya tenang, terutama pada malam hari. Kondisi ini penting untuk mendukung agar anak lebih fokus belajar. Lingkungan yang terlalu ramai bisa mengalihkan konsentrasi anak.

  1. Tempat belajar

Aturlah agar anak bisa berkonsentrasi dan belajar dengan tenang. Letakkan meja belajar di kamar masing-masing agar anak bisa lebih berkonsentrasi.

Mengingat cara belajar anak berbeda-beda, sebaiknya pisahkan tempat belajar anak yang bisa belajar sambil mendengarkan musik dengan anak yang senang belajar di suasana yang sunyi.
Karena fokus anak mudah teralihkan, sebaiknya sediakan sudut belajar yang khusus. Jauhkan tempat belajar dari gangguan televisi atau lalu lalang orang di rumah.

  1. Ciptakan suasana rapi dan kondusif

Suasana yang rapi dan kondusif juga mempengaruhi semangat belajar anak. Lengkapi meja belajar dengan rak buku dan wadah untuk menyimpan alat tulis agar mereka terbiasa dengan suasana yang rapi dan nyaman.

Selain itu gunakan juga laci meja untuk menyimpan peralatan belajar agar mudah dijangkau oleh anak.
Agar mempermudah anak mengatur jadwal belajar dan manajemen waktunya, sediakan kalender dan buku catatan kecil untuk menuliskan “to do list” setiap harinya.

  1. Sediakan lampu yang nyaman

Lampu dengan cahaya yang nyaman untuk membaca dan menulis dapat mendukung suasana belajar yang kondusif. Jangan menggunakan lampu yang terlalu terang agar tidak menyilaukan mata, dan jangan juga menggunakan lampu yang redup cahayanya. Gunakan lampu 8-9 watt hemat energi yang banyak tersedia di pasaran.

  1. Lampu belajar

Bila pencahayaan di ruangan kurang mendukung, dapat ditambahkan dengan lampu belajar. Penataan lampu belajar yang menyorot langsung ke meja atau buku bisa membantu anak fokus belajar.

Pilih ukuran lampu yang sesuai dengan luas ruangan, ukuran meja serta tinggi rendahnya pencahayaan yang dihasilkan. Pastikan model lampu belajar dilengkapi penyangga fleksibel agar mudah diatur ketinggian dan dan juga posisinya.

  1. Warna ruangan

Untuk mendukung suasana belajar yang kondusif, warna dinding ruangan juga bisa mempengaruhi kenyamanan proses belajar. Warna dinding yang hangat seperti merah, jingga dan kuning memiliki efek psikologis untuk membangkitkan semangat belajar dan daya kreatifitas anak.

Sedangkan warna yang sejuk seperti biru, hijau dan ungu cenderung memicu timbulnya rasa damai dan keseimbangan. Sebaiknya diskusikan bersama anak saat memilih warna cat yang akan diterapkan di ruangan belajar.

  1. Dekorasi untuk memotivasi

Mendekorasi ruang belajar dengan poster, simbol atau foto yang berarti bagi anak bisa mendorong mereka untuk semangat belajar. Pastikan benda-benda dekorasi bisa memotivasi belajar dan bukannya malah mengganggu konsentrasi anak.

  1. Sirkulasi udara yang baik

Pastikan ruangan yang digunakan oleh anak untuk belajar memiliki sirkulasi udara yang baik. Selain menjaga agar udara tetap segar juga mencegah ruangan terasa panas yang bisa membuyarkan konsentrasi anak. Sedangkan udara yang dingin bisa membuat pikiran lebih lambat dan menjadi tidak jelas.

Jika pengaturan suasana rumah yang nyaman dan kondusif untuk mendukung kegitan belajar anak sudah diupayakan, sempurnakan dengan memberi dukungan terhadap anak. Orang tua bisa mendukung dengan cara menemani anak mereka belajar, bukan malah membuat konsentrasi anak terpecah karena menyetel televisi dengan suara keras.

Itulah beberapa tips untuk menciptakan rumah ramah belajar untuk anak. Tersedianya suasana rumah yang kondusif dan menyenangkan tentu dapat memaksimalkan otak anak-anak dalam mencerna pelajaran, bisa memicu prestasi serta kreativitas mereka di sekolah.