Setiap anak terlahir dengan kecerdasan yang luar biasa. Hal ini bisa terlihat bahkan sejak anak-anak masih berusia dini. Jadi sebenarnya tidak perlu menunggu sampai anak masuk usia sekolah untuk menstimulasi kecerdasannya. Selain kecerdasan bahasa, kemampuan berhitung pada anak pun sebaiknya mulai diasah sejak dini.

Ketika anak berusia 2-4 tahun, orang tua sudah mulai bisa mengenalkannya pada konsep matematika sederhana. Tentu saja, jangan langsung mengajarinya soal berhitung yang rumit atau njelimet. Cukup perkenalkan saja pada mereka bagaimana matematika ini menjadi bagian dari keseharian kita.

Hal-hal yang Bisa Dilakukan untuk Menstimulasi Kemampuan Berhitung pada Anak

1. Menghitung benda

Dunia anak-anak adalah dunia bermain. Jadi, untuk mulai mengenalkan mereka pada konsep anak belajar matematika sederhana, kita bisa mengajak mereka menghitung benda-benda yang ada di sekitar kita. Tidak perlu tergesa mengenalkannya pada konsep angka ya, Bun. Cukup mulai dengan menunjukkan beberapa benda, dan ajaklah anak menghitung satu, dua, tiga dan seterusnya.

Tak perlu bingung mencari benda apa yang akan dijadikan peraga. Ayah Bunda bisa memakai anak tangga, mobil-mobilan, boneka, bantal, guling, dan beragam benda lain yang ditemui di dalam rumah. Selama menghitung benda, suruhlah anak menirukan kata-kata bilangan yang kita sebutkan. Ulangi cara ini sampai anak mengerti dan mampu menirukan.

2. Mengelompokkan benda sesuai kategori

Untuk melakukan stimulasi ini, orang tua bisa menyediakan beberapa benda yang sama, lalu mintalah anak mengelompokkannya sesuai kategori. Setelah itu, ajaklah anak untuk menghitungnya. Misalnya ada berapa boneka, berapa bantal, dan berapa buku yang ada di hadapannya.

Jangan lupa untuk memberikan pujian jika ia mampu melakukan apa yang kita perintahkan. Jika perlu, orang tua juga bisa menyediakan hadiah kecil sebagai penyemangat. Tak perlu mewah, segelas susu cokelat atau ciuman penuh kasih pasti akan sangat menyenangkan.

3. Mengenalkan konsep bentuk

Anak-anak batita mulai bisa kita kenalkan pada konsep bentuk sebagai bagian dari matematika sederhana. Ayah Bunda bisa mulai dari beberapa benda yang ada di sekitaran rumah, dan usahakan terdiri dari beraneka bentuk. Misalnya bola bentuknya bulat, meja bentuknya persegi panjang, kukusan makanan berbentuk segitiga, dan lain-lain.

Biar lebih asyik, ajaklah anak untuk menggambarkan kembali bentuk-bentuk yang mereka pelajari pada sesi sebelumnya. Hal ini sekaligus bisa mengasah kemampuan motorik halusnya, loh.

4. Kenalkan pada angka

Jika anak sudah mulai paham dengan tiga konsep di atas, Ayah Bunda bisa mulai mengenalkannya pada tahap lanjutan, yakni tentang angka. Saat bepergian, cobalah untuk mengenalkan buah hati pada hal-hal menarik yang kita temui sepanjang perjalanan.

Misalnya saja papan penunjuk jalan, papan iklan, ataupun stiker mobil yang ada angkanya. Jangan ragu untuk mengajaknya bersuara lantang saat menyebutkan angka-angka tersebut.

5. Bermain telepon-teleponan

Jaman now, anak-anak pasti sudah familier dengan telepon genggam ya. Tapi untuk anak balita sebaiknya Ayah Bunda memperkenalkannya terlebih dahulu pada mainan telepon-teleponan, agar si kecil tidak kecanduan gadget nantinya.

Untuk mengajaknya lebih memahami konsep angka, cobalah tuliskan sejumlah angka pada kertas lalu mintalah anak untuk memencet tombol yang ada pada mainannya. Akan lebih menyenangkan jika mainan tersebut bisa mengeluarkan bunyi atau musik yang menarik ya, Bun.

6. Menghitung dan menggambar

Stimulasi yang satu ini juga banyak manfaatnya menggabungkan kemampuan motorik halus dan sisi kognitif anak. Sebagai contoh, Ayah Bunda bisa memberikan wafer kesukaan si kecil. Letakkan wafer tersebut pada sebuah kotak. Selanjutnya, gambarlah kotak di atas sebuah kertas.

Mintalah anak untuk menghitung setiap wafer yang dia makan, lalu menggambarkannya di atas gambar kotak yang tadi kita buat. Tapi ingatlah untuk tidak membuatnya terburu-buru ya, Bun. Sesuaikan dengan ritme si kecil agar mood-nya juga terjaga.

7. Bernyanyi

Seperti banyak konsep lainnya, matematika juga bisa kita kenalkan pada anak dengan mengajaknya bernyanyi. Ayah Bunda bisa menggunakan lagu apa yang sudah ada, atau membuatnya sendiri lalu mengajarkannya pada anak-anak. Menyenangkan sekali pastinya bisa menggubah lagu sendiri.

Nah itu tadi adalah beberapa hal yang bisa orang tua lakukan untuk menstimulasi kemampuan berhitung pada anak ya. Tentu saja, masih banyak cara lain yang bisa Ayah Bunda lakukan. Pola asuh yang tepat juga akan sangat mendukung tumbuh kembang si buah hati. Kuncinya adalah niat, dan lakukan saat mood anak sedang baik. Jika si kecil sedang mengantuk, lapar, atau sakit, sebaiknya tunda dulu sampai kondisinya lebih baik. Semangat ya, Ayah Bunda!

Author