Belum pernah terpikirkan sebelumnya bahwa kita bisa mengatasi stress. Dimana stres juga dapat menurunkan sistem imunitas tubuh. Salah satu cara mengatasi hal tersebut adalah terapi berkebun.

Sebagai seorang sarjana pertanian, selama kuliah, saya hanya belajar bagaimana melakukan budidaya tanaman (berkebun) yang baik dan benar. Supaya kita mendapatkan hasil panen yang melimpah dan berkualitas.

Terlambat mengetahui tentu saja bukan hal yang buruk. Itu akan tetap jadi pengetahuan baru yang dapat memperluas wawasan. Hal itu akhirnya yang mendorong saya untuk menuliskan artikel ini.

Terapi Berkebun

Pada dasarnya manusia tidak bisa terlepas dari alam. Melalui kegiatan berkebun manusia dan alam bisa menjadi lebih dekat. Maka tidak salah, jika kita menjadikan berkebun sebagai terapi untuk meningkatkan kesehatan manusia secara holistik baik secara fisik, psikologis, maupun sosial.

Di dunia kesehatan, terapi berkebun masuk dalam jenis ‘Terapi Komplementer’, yaitu pengembangan terapi tradisional dan diintegrasikan pada terapi modern. Terapi ini dapat dilakukan di banyak tempat seperti rumah sakit, sekolah, penjara, panti sosial, panti rehabilitasi dan lingkungan rumah.

Manfaat Terapi Berkebun

Prosiding Seminar Nasional ‘1st Annual Agricultural Health Nursing Seminar: Update Management and Prevention Related to Agriculture Activities Clinical Setting’, Universitas Negeri Jember, Tahun 2018 memaparkan 10 hasil penelitian tentang terapi holtikultura (termasuk terapi berkebun). Saya akan mengutip 1 penelitian yang membuktikan bahwa terapi hortikultura dapat mengurangi stress dan meningkatkan kemampuan fungsional fisik pada orang dewasa lanjut usia dengan masalah kesehatan mental.

Penelitian tersebut dilakukan di Suwon (Korea Selatan) oleh Ah-reum Han dkk pada tahun 2018. Judul penelitiannya adalah ‘Reduced Stress and Improved Physical Functional Ability in Eldery With Mental Health Problems Following a Horticultura Therapy Program.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kadar hormon kortisol pada responden yang mengikuti terapi hortikultura menurun secara signifikan. Hormon kortisol diproduksi oleh tubuh sebagai respon terhadap stress. Saat tubuh mengalami stress baik secara fisik dan emosional, kadar hormon ini biasanya akan meningkat.

Di sisi lain, kegiatan berkebun merupakan kegiatan yang menggembirakan. Melakukan kegiatan yang menggembirakan selama 20 menit dapat meningkatkan kadar hormon endorfin dalam tubuh.

Endorfin adalah senyawa kimia yang dapat membuat seseorang merasa senang. Terapi hortikultura juga dapat menjernihkan pikiran dan melepaskan ketegangan syaraf sehingga stress menjadi berkurang.

terapi stress dengan berkebun

Mengurangi Stress dengan Terapi Berkebun di Rumah Saja

Melakukan kegiatan berkebun tidak melulu harus di lahan yang luas. Kita juga bisa melakukannya di rumah sekalipun dengan halaman yang sempit. Tidak perlu khawatir juga bagi para pemula. Banyak sekali teknik berkebun yang bisa diaplikasikan bahkan oleh mereka yang awam soal budidaya.

Berikut adalah 4 teknik budidaya yang saya rekomendasikan bagi kamu yang ingin melakukan terapi berkebun di rumah saja.

1. Hidroponik Sederhana

Hidroponik adalah teknik budidaya dengan memanfaatkan air sebagai media tumbuh. Saat ini menanam dengan teknik ini bisa dilakukan dengan sederhana. Tak harus menggunakan alat-alat modern yang mahal seperti pada umumnya.

Alat-alat pada hidroponik sederhana bisa dibuat dari botol plastik bekas, ember bekas dan styrofoam bekas (bekas kemasan buah). Petunjuk-petunjuk pembuatan juga banyak tersedia di google dan youtube.

2. Vertikultur

Vertikultur berasal dari Bahasa Inggris, vertical dan culture. Vertical artinya berdiri dan culture artinya budidaya. Jadi, vertikultur dapat diartikan sebagai kegiatan bercocok tanam secara bertingkat.

Teknik ini sangat cocok untuk pekarangan dan lahan sempit. Wadah yang bisa digunakan pun beragam. Ada paralon, bambu, polybag/pot, dan bisa juga batang/gedebok pisang. Jika tak bisa membuat rak vertikulturnya, kita bisa memanfaatkan tembok atau pagar rumah.

3. Menanam dalam pot atau polybag

Tak sempat membuat alat hidroponik maupun rak vertikultur, menanam dalam pot atau polybag bisa menjadi pilihan. Polybag bisa didapat dengan mudah di kios pertanian atau di penjual tanaman pinggir jalan. Polybag tak ada, karung pun boleh. Sementara untuk pot, kita bisa menggunakan ember-ember bekas.

Pada teknik hidroponik sederhana dan vertikultur, jenis tanaman yang bisa ditanam mungkin sebatas sayuran hijau seperti kangkung, bayam, selada, dan seledri. Tapi jika menanam dalam polybag atau pot pilihan tanamannya bisa lebih beragam. Kita bisa menanam terong, tomat, cabe, tanaman hias, bahkan empon-empon (tanaman rimpang) seperti jahe, kunyit, dan lain-lain.

4. Menanam Micogreen

Menurut saya menanam microgreen sangat cocok untuk pemula. Sebab tingkat keberhasilannya bisa mencapai 100%. Microgreen sebenarnya adalah sebutan untuk sayuran daun yang dipanen lebih awal. Biasanya mereka dipanen pada masa pembibitan yaitu 14 hari setelah penyemaian.

Menanam microgreen sangatlah mudah. Selain waktunya yang singkat juga tak diperlukan perawatan yang intens. Tak perlu pengendalian hama dan tak perlu air dan nutrisi yang banyak. Bisa ditanam di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Media yang digunakan tak harus tanah atau air, bisa rockwool, arang sekam, dan cocopeat.

Kegiatan budidaya tentu saja tak luput dari kegagalan. Terutama bagi pemula. Jangan sampai kegagalan dalam berbudidaya justru menjadi sumber stress baru bagi yang ingin melakukan program terapi berkebun.

Kesimpulan

Saran saya, lakukan kegiatan berkebun dengan santai. Ikuti prosesnya, kalaupun gagal kita bisa mengulang menanam kembali. Seperti yang sudah disebutkan di atas, stress dapat menurunkan sistem imunitas tubuh, maka hindarilah.

Selain itu mulailah dari teknik yang paling sederhana, menanam microgreen. Jika tetap ingin menanam di luar ruangan, tanamlah jenis sayuran dan tanaman hias yang mudah tumbuh. Contohnya kangkung, bayam, dan lidah buaya.

Author