Mungkin kita sering mendengar orang membicarakan mengenai penyakit hipertensi. Dan mungkin kamu juga mengenal orang di sekitarmu ada yang menderita penyakit ini. Apakah banyak orang yang menjadi pasien hipertensi? Ya, banyak sekali.

Saat ini ada peningkatan jumlah pasien hipertensi di seluruh dunia. Meskipun usaha pemerintah bahkan organisasi dunia WHO sudah menggalakkan edukasi dan sosialisasi mengenai penyakit ini. WHO memperkirakan bahwa penyakit tidak menular seperti hipertensi dan penyakit jantung lainnya, stroke, depresi dan kanker dapat meningkat pada tahun 2020 dan dapat terus meningkat seirig bertambahnya tahun.

Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama angka kesakitan dan angka kematian di Indonesia. Hipertensi masih merupakan tantangan terbesar bagi Indonesia. Bagaimanapun, penyakit hipertensi merupakan penyakit yang sering ditemui di pusat pelayanan kesehatan masyarakat.

Sebenarnya, apa itu hipertensi?

Seseorang akan dikatakan hipertensi bila memiliki tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg, pada pemeriksaan yang dilakukan secara berulang.

Tekanan darah sistolik merupakan pengukuran utama yang menjadi dasar penentuan diagnosis hipertensi. Adapun pembagian derajat keparahan hipertensi pada seseorang merupakan salah satu dasar penentuan tatalaksana hipertensi.

Peningkatan tekanan darah yang berlangsung dalam jangka waktu lama (persisten) dapat menimbulkan kerusakan pada ginjal (gagal ginjal), jantung (penyakit jantung koroner) dan otak (menyebabkan stroke) bila tidak dideteksi secara dini dan mendapat pengobatan yang memadai.

Banyak pasien hipertensi dengan tekanan darah tidak terkontrol dan jumlahnya terus meningkat. Oleh karena itu, partisipasi semua pihak, baik dokter dari berbagai bidang peminatan hipertensi, pemerintah, swasta maupun masyarakat diperlukan agar hipertensi dapat dikendalikan.

Pasien hipertensi di tengah pandemi Covid19

Bagi pasien penderita Hipertensi, ada tantangan tersendiri menjalani kehidupan di tengah pandemi Covid-19 ini. Sebelumnya, sejak Desember 2019 wabah Covid19 akibat virus SARS-COV-2 mulai menyerang Kota Wuhan, China dan menyebar ke seluruh dunia.

Hingga tepatnya 2 Maret 2020, Indonesia mengumumkan kasus pertama terkonfirmasi Covid19. Saat ini Covid19 telah ditetapkan WHO menjadi pandemi dan merupakan masalah global.

Terjadi banyak perubahan di semua sektor akibat pandemi ini. Salah satunya di bidang kesehatan yang memengaruhi kondisi para pasien hipertensi.

Salah satu faktor yang memengaruhi terjadinya hipertensi adalah tingkat stress. Pada masa pandemi ini, kita dihadapkan pada ketatnya protokol kesehatan untuk menghindari diri dari terinfeksi virus. Saat ini kita dihadapkan pada kondisi lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dengan sistem kerja yang online.

Banyak pula yang kehilangan pekerjaan dan mengalami kesulitan ekonomi sebagai dampak dari pandemi ini. Tidak hanya itu, rasa takut bahwa diri sendiri dan keluarga akan terinfeksi virus juga memengaruhi psikologis setiap kita.

Hal ini dapat berdampak terhadap keadaan pasien yang berisiko akan memiliki hipertensi dan pada pasien yang sudah memiliki riwayat penyakit hipertensi.

Penting bagi orang yang menderita hipertensi untuk menjaga pikiran dari stress dan mencegah keadaannya memburuk di saat pandemi ini. Selain itu, bagi kita yang berisiko juga penting untuk mencegah terjadinya hipertensi.

Pada pasien hipertensi, selain mengonsumsi obat hipertensi rutin sesuai dengan anjuran dokter, menurut WHO beberapa cara berikut dapat dilakukan dalam menyikapi situasi pandemi yang sedang terjadi:

1. Ikuti protokol kesehatan.

2. Tetap lakukan aktivitas harian, seperti:

    • Bangun dan tidur pada waktu yang sama setiap hari.
    • Menjaga kebersihan.
    • Menjaga pola makan teratur dan memilih makanan yang sehat.
    • Berolahraga secara teratur.
    • Alokasikan waktu dengan baik, bagilah waktu untuk bekerja dan beristirahat.
    • Luangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang kamu sukai.

3. Jangan membaca berita berlebihan.

4. Tetap mempertahankan kontak sosial, misal lewat voicecall ataupun videocall.

5. Mengurangi minum alkohol dan penggunaan obat yang tidak diperlukan.

6. Kurangi waktu di depan layar hp, komputer ataupun gadget lain.

7. Mengurangi penggunaan media sosial.

8. Memanfaatkan kegiatan untuk saling membantu sesama.

9. Memberi dukungan terhadap petugas kesehatan. Manfaatkan peluang daring atau melalui komunitas untuk berterima kasih kepada petugas layanan kesehatan dan bekerja sama untuk mencegah diri terinfeksi COVID-19.

Tidak mudah untuk pasien hipertensi menjalani kehidupan di tengah kondisi pandemi Covid19 ini. Namun kita masih bisa berusaha untuk mencegah terjadinya perburukan. Jika kamu atau ada orang di sekitarmu yang mengalami hipertensi, lakukanlah tips di atas agar dapat membantunya tetap sehat dan stabil di tengah pandemi Covid19 ini.

Baca juga:
Mari kenali hipertensi dan pencegahannya sejak dini