Kecepatan loading website merupakan salah satu faktor yang diperhitungkan oleh Google dalam menentukan perangkingan sebuah site dalam halaman pencarian mereka. Namun demikian, tidak semua blogger memahami cara mempercepat loading website mereka agar bisa mendapat nilai tinggi di Google Pagespeed maupun GTMetrix.

Sebenarnya, sebuah website bisa saja diload dengan cepat jika tidak menggunakan bermacam-macam widget, plugins maupun elemen-elemen non teks lainnya seperti gambar, suara, atau bahkan video. Masalahnya dimasa sekarang, hal tersebut hampir tidak mungkin. Setidaknya, sebuah tampilan website sederhana sekalipun memerlukan file html untuk menampilkan isi artikel dan sebuah file css sebagai penanggung jawab layout.

Website sekarang umumnya menggabungkan berbagai elemen text dan visual, baik berupa html, css, javascript, jquery, image, dan elemen lain. Semakin banyak elemen yang tampil dalam sebuah halaman web tentu berimbas pada kecepatan menampilkan loading website secara sempurna ke hadapan pengunjung.

Oleh karenanya, banyak website memiliki loading cukup lama. Jika rekan blogger memiliki akun Google Search Console, kita bisa melihat bahwa batasan untuk kecepatan loading website yang disarankan adalah dibawah 4 detik.
Lalu bagaimana cara mempercepat loading website kita?

Jawabannya tergantung elemen apa saja yang menyusun tampilan web kita, setiap blog tentu punya elemen berbeda, berdasar penggunaan template, widget, fitur maupun plugin yang digunakan. Cara paling mudah untuk menemukan penyebab lambatnya loading website kita adalah dengan menggunakan tools web speed test, seperti GTMetrix, Google Pagespeed atau Web Page Test.

Saat kita menjalankan audit kecepatan website menggunakan tools speed test diatas, kita bisa melihat indikator mana saja yang menyebabkan kecepatan website kita lambat. Selain itu, kita juga bisa mendapatkan rekomendasi cara mempercepat loading website kita berdasar indikator yang masih jelek.

Pahami Penyebab Website Kita Lambat

Secara garis besar ada beberapa poin yang umum menjadi penyebab lambatnya loading sebuah halaman web yang umum aku jumpai adalah:

  • Tidak menerapkan leverage browser caching

File static seperti gambar bisa kita ‘titipkan’ di browser masing-masing pengunjung, sehingga saat mereka datang lagi ke website kita, mereka bisa mengambil file titipan tersebut dari perangkat mereka sendiri. Hal ini mengurangi beban server kita untuk melayani request file-file static. Baca: Cara mempercepat loading website dengan leverage browser caching

  • Tidak melakukan kompresi

Element website umumnya mendukung kompresi data saat ditransfer ke perangkat pengunjung, kompresi data memungkinkan pengiriman lebih cepat sehingga loading halaman website kita jadi lebih ringan di sisi user.

  • Tidak melakukan minify asset

Umumnya aset javascript dan css menghabiskan cukup banyak resource, apalagi jika kita menggunakan kode dari berbagai sumber, entah script analytics, ads, plugin, template dll. Minify akan meringkas kode-kode tersebut agar lebih mudah dikirimkan pada pengunjung.

  • Tidak menggunakan lazy load

Lazy load adalah mekanisme untuk membuka asset selain teks belakangan. Jika kita pernah melakukan scroll pada halaman website, barulah gambar di bagian itu muncul. Dengan tidak meload semua gambar pada saat dibuka pertama, maka tampilan jadi lebih cepat muncul di layar.

  • Terlalu banyak pernak pernik

Widget, plugin, iframe, ads, di satu sisi bisa membuat tampilan lebih hidup, disisi yang lain penggunaan berlebihan bisa menyebabkan distraksi serta tentu saja memperlambat kecepatan loading website kita

Nah jika kalian sudah mengetahui skor mana yang rendah dari hasil web speed test website kalian, pertanyaannya sudahkah kalian memperbaiki kekurangan tersebut?

7 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Ikutan Job di Sosial Media