2 Hal Yang Jadi Pertimbangan Pasien Berobat Ke Penang Saat Ini

Penang memiliki sejumlah rumah sakit yang banyak dikunjungi oleh pasien asal Indonesia, seperti Island Hospital, Gleneagles Penang, Loh Guan Lye, Genesis IVF, dan lain sebagainya. Setiap harinya ada puluhan sampai ratusan WNI yang berobat ke sejumlah rumah sakit tersebut.

Tingginya minat masyarakat tanah air untuk berobat ke Penang tak terlepas dari layanan rumah sakit yang memuaskan, tenaga medis yang profesional dan bertanggung jawab, fasilitas yang memadai, dan biaya pengobatan yang terjangkau.

Sayangnya, hiruk pikuk pasien dari tanah air yang berobat ke Malaysia, termasuk juga Penang harus terputus di tahun 2020. Hal ini disebabkan karena penyebaran Covid-19 di hampir seluruh negara di dunia, termasuk di tanah air dan negeri Jiran.

Berobat Ke Penang

Baik pemerintah Indonesia maupun Malaysia melakukan sejumlah penutupan akses atau lockdown di sejumlah kota untuk memperkecil jumlah penyebaran virus yang sudah merenggut lebih kurang 5 juta jiwa penduduk dunia.

Di samping itu, pemerintah juga menutup pintu masuk dan pintu keluar penerbangan ke dalam dan ke luar negeri agar tidak terjadi lonjakan kasus positif corona virus. Meskipun demikian, Indonesia dan Malaysia tetap saja pernah mencapai kasus positif corona tertinggi yang memaksa kedua pemerintah untuk melakukan lockdown total.

Di Indonesia sendiri, pernah tercatat jumlah kasus Covid-19 tertinggi terjadi di bulan September 2021 yang mencapai 4,17 juta kasus. Hal ini membuat Indonesia menjadi negara keempat di Asia dengan kasus paling dibanyak, setelah India (33,3 juta kasus), Turki (6,7 juta kasus), dan Iran (5,3 juta kasus). Di Malaysia sendiri, lonjakan kasus terjadi di bulan Juli 2021 di mana total kasus melewati angka 1 juta.

Kabar baiknya, di kuartal terakhir tahun 2021, jumlah kasus di kedua negara mulai berangsur turun dan pemerintah Malaysia sudah mengizinkan masyarakat Indonesia yang ingin berobat untuk masuk ke negaranya.

Tentu saja pasien harus melewati protokol kesehatan yang ketat dan mendapatkan izin dari MHTC (Malaysia Health Travel Council). Selain itu, tidak semua penerbangan komersil tersedia yang mana itu berarti bahwa pasien harus charter pesawat atau kapal ferry.

Di lain sisi, ada juga dua pertimbang lain yang perlu dipikirkan baik-baik oleh pasien yang memutuskan untuk berobat ke Penang.

Karantina

Ada dua kali karantina yang harus dijalani oleh pasien saat dia datang ke Malaysia dan kembali lagi ke tanah air.

Karantina di Malaysia kini durasinya hanya 7 hari. Dengan catatan bahwa pasien harus sudah vaksin 2 dosis. Untuk pasien yang belum vaksin atau baru 1 kali divaksin, mereka harus dikarantina selama 10 hari.

Bahkan per Februari 2022 kemarin, pasien dan pendamping yang sudah di vaksin lengkap plus booster, hanya perlu karantina 5 hari saja.

Saat kembali ke Indonesia, pasien hanya perlu karantina 3 hari saja.

Bahkan ada kemungkinan di April ini, karantina sudah tidak diperlukan lagi seperti yang dilansir dari Detik.com, “Pada 1 April direncanakan akan dilakukan pelaksanaan tanpa karantina untuk masuk ke Indonesia,” ujar juru bicara vaksinasi Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers, Senin (1/3/2022).

Biaya pengobatan di Penang

Biaya

Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah biaya. Biaya disini tidak hanya biaya berobat saja tapi biaya selama karantina. Ini berarti bahwa dana yang perlu disiapkan tidaklah sedikit. Berapa biaya karantina di rumah sakit Penang?

Biayanya sekitar 1.000 – 2.000 ringgit per hari untuk 1 pasien dan 1 pendamping yang jika dirupiahkan kisarannya bisa mencapai 3,4 juta sampai 7,8 juta rupiah per hari. Untuk karantina selama 1 minggu, dibutuhkan dana paling sedikit sekitar 23,8 juta rupiah.

Sedangkan untuk biaya karantina di tanah air juga beragam karena dilakukan di hotel atau apartment yang sudah ditentukan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 nasional atau daerah dengan biaya mandiri.

“Jadi harus siap dikarantina dan menghabiskan uang lebih banyak jika ingin ke luar negeri?”

Betul, oleh sebab itu, sangat dianjurkan untuk yang hanya ingin kontrol, cek up, atau rawat jalan sebaiknya hanya berobat ke RS terdekat saja.

Sedangkan yang kasusnya memang komplikasi, butuh tindakan, dan harus rawat inap, bisa mempertimbangkan untuk berangkat dengan mengikuti syarat dan ketentuan yang sudah ada.

Author

Tinggalkan komentar

BRT Network adalah arena bermain dan belajar para blogger untuk bisa berbagi ilmu, pengetahuan, update dunia blogging, untuk bertumbuh bersama-sama

Contact

Please Mail Us

or copy this email: [email protected]