Halo kali ini saya mau membahas tentang soto yang sedang viral, namanya Soto Bathok Mbah Katro. Sempat melihat review menarik di instagram yang katanya murah banget dan selalu ramai pengunjung bikin saya penasaran juga.

Se-istimewa apakah Soto Mbah Katro ini? Mengapa bisa ramai sekali? Apa bedanya dengan Soto Rempah langganan? Sama-sama soto bathok.

Soto memang makanan yang pas untuk dijadikan sarapan. Rata-rata warung soto buka pagi hingga siang hari. Biasanya soto Jogja hanya berisi kol, taoge, tomat, daun bawang, bawang goreng dan seledri.

Lokasi Soto Bathok Mbah Katro

Jadilah Minggu pagi, saya bersama suami mengendarai motor sengaja untuk menikmati sarapan di sana. Letaknya ada di dekat tempat wisata sejarah Candi Sambisari. Tepatnya di Sambisari, Purwomartani, Kec. Kalasan, Kab. Sleman, Yogyakarta.

Jarak Soto Bathok Mbah Katro dengan candi ternyata sangat dekat, hanya dipisahkan dengan area persawahan dan jalan. Kita bisa melalui jalur yang lebih dekat, yakni menyusuri jalan kecil di samping pintu gerbang masuk candi. Tetapi jalan ini tidak cukup untuk dilalui dengan mobil.

Awalnya, kami tidak tahu jalan kecil ini. Karena saat masuk ke kawasan area Candi Sambisari kami langsung berbelok kiri sesuai papan petunjuk. Ternyata kami salah belok, ha, ha. Walau akhirnya sampai juga di lokasi. Lebih jauh sih.

Bagi yang menaiki mobil menuju ke sini, tidak perlu melewati area candi. Cari petunjuk saja dengan maps. Jalur mobil ini jalannya cukup bagus dan lebar, hanya agak jauh dan memutari area rumah penduduk.

Protokol Kesehatan yang Cukup Ketat

Biar namanya Mbah Katro, tapi nggak katro juga. Buktinya mereka melaksanakan protokol kesehatan yang cukup ketat. Semua pelayan memakai faceshield. Setiap tamu wajib memakai masker, cuci tangan dengan sabun dan cek suhu tubuh serta tidak boleh berkerumun. Antrian pun diatur supaya tidak terjadi penumpukan. Yang boleh antri hanya 1 orang, sedangkan lainnya mencari tempat duduk. Untuk yang ingin membungkus dibawa pulang, ada tempat antrian tersendiri.

Jarak orang duduk juga diatur sedemikian rupa. Dimana-mana terpasang tulisan “area wajib masker”. Masker hanya boleh dilepas ketika sedang makan. Tempat cuci tangan juga ada di mana-mana.

Harga Murah Meriah

Jangan kaget bila melihat daftar harga Soto Bathok Mbah Katro ya! Karena semangkok eh, satu bathok soto sapi dengan nasi hanya dibanderol Rp. 6.000,- aja! Iya, betul Cuma 6 ribu rupiah, kita sudah bisa sarapan nasi plus soto. Murah banget kan?

Bagaimana dengan harga menu yang lain?

Soto Bathok Mbah Katrok khusus jualan soto sapi dengan menu pelengkap yang nggak kalah murahnya. Tempe goreng di sini hanya 500-an, sate usus seribuan per tusuk, sate telur puyuh Rp. 2000,- per tusuk dan minumnya serba Rp. 2500,-.
Jika satu bathok soto dirasa kurang mengenyangkan, ada pilihan soto pisah. Yaitu Soto di bathok sendiri ditambah nasi, harganya Rp. 8000,-.

Sensasi Makan di Area Persawahan

Yang unik di sini kita duduk sambil menikmati semilir angin sejuk dari area pesawahan yang mengelilingi tempat ini. Kita bisa memilih tempat duduk lesehan atau dengan kursi.

Pemandangan hijau bisa dilihat dari sudut makan mana pun. Namun bila dirasa angin terlalu kencang, kita bisa memilih tempat duduk yang agak berada di dalam ruangan. Oya, rumah makan ini tidak tertutupi oleh dinding sepenuhnya. Lantainya pun masih berupa tanah namun tetap terjaga kebersihannya.

Cita Rasa Soto Bathok Mbah Katro

Yang jadi ciri utama dari Soto Bathok Mbah Katro adalah mangkok yang terbuat dari bathok atau tempurung kelapa. Bathok ini sudah dihaluskan dan dirapikan sedemikian rupa sehingga bisa dipakai sebagai tempat makan.
Bagaimana dengan rasa sotonya?

Untuk rasa soto cukup enak sesuai dengan harganya. Dan jangan cari daging sapi yang banyak dalam kuahnya ya. Sadar harga guys! Ha, ha. Namun, saya suka kuah beningnya, cocok untuk teman makan bersama nasi. Tempenya digoreng garing sehingga tetap renyah walau sudah dingin. Untuk minuman jeruk hangatnya, cukup segar.

Bagi saya, Soto Bathok Mbah Katro cukup menarik untuk didatangi kembali. Di mana lagi bisa makan soto sambil menikmati hamparan sawah yang luas? Kita pun bisa sedikit melihat area Candi Sambisari dari sini meski tertutupi dengan pagar dan rerumputan.

Warung Soto Bathok Mbah Katro buka dari pukul 6 pagi hingga 4 sore. Bagaimana, apakah kamu tertarik berkunjung ke sini?