Tips membeli laptop bekas ini kususun berdasarkan pengalaman saat menemani suami membeli alat tempur untuk meningkatkan kinerjanya. Sebagai seorang programmer, doi butuh laptop dengan spesifikasi yang oke. Sayangnya, di rumah kami hanya ada dua laptop berspesifikasi intel celeron. Ketika kebutuhan pekerjaan semakin meningkat, barulah terasa dua laptop tersebut tidak lagi bisa mengakomodasi kinerja kami, terutama doi sih.

Beberapa waktu lalu aku mengikuti perlombaan blog mengulas tentang ASUS Vivobook S14 S433 . Saat itu aku berharap banget bisa menang, setidaknya jadi juara 3 dan bisa mendapatkan laptop baru yang akan kuhadiahkan ke suami. Apalah daya hanya bisa masuk sebagai pemenang hiburan. Namun tetap bersyukur kok meski nggak dapat laptop, tapi bisa mendapat voucher yang jumlahnya lumayan lah buat belanja sembako.

Tips Membeli Laptop Bekas Sesuai Pengalaman Pribadi

Berhubung impian dapat hadiah laptop dari lomba blog pupus, akhirnya suami memutuskan untuk membeli laptop. Karena budget yang terbatas, laptop bekas adalah pilihan yang paling pas. Berbeda saat membeli laptop baru, tidak ada banyak kekhawatiran yang muncul. Saat membeli laptop yang sudah pernah dipakai orang, kita harus lebih berhati-hati. Jangan sampai salah pilih dan membayar terlalu mahal, atau kalau kata orang Jawa; keblondrok.

Nah, dari pengalamanku kemarin, inilah beberapa hal yang harus diperhatikan saat mau membeli laptop bekas:

  1. Tentukan Kebutuhan

Sebelum gegabah menjatuhkan pilihan, kita harus mengetahui terlebih dahulu nantinya akan menggunakan laptop untuk apa. Apakah hanya untuk kebutuhan mengetik harian dan browsing ringan, ataukah butuh laptop yang kuat diajak kerja rodi semalaman bahkan seharian untuk mengakses browser dengan banyak tab sekaligus? Apakah kita butuh laptop untuk coding, bikin video atau malah main game yang butuh grafis ciamik? Dengan mengenali kebutuhan pekerjaan, kita bisa memilah spesifikasi laptop seperti apa yang cocok untuk menunjang kinerja tersebut.

  1. Beli di Tempat Terpercaya

Ada beberapa teman yang menghubungiku secara pribadi setelah mengetahui suami baru saja membeli laptop bekas. Mereka menanyakan di manakah tempat beli laptop bekas yang terpercaya. Saat aku menanyakan pada suami, doi menjawab akan lebih baik jika bisa membeli laptop dari orang yang kita kenal. Jadi bisa bertanya langsung bagaimana dulunya laptop tersebut digunakan.

Boleh-boleh saja sih beli di tempat penjualan laptop bekas yang banyak ditemui di sudut-sudut kota. Namun sebaiknya hindari pembelian online, langsung datang saja ke lokasi penjual untuk mengecek kondisi barang secara menyeluruh.

  1. Cek Usia Laptop

Namanya barang elektronik pasti ada usia ausnya. Begitu juga dengan laptop. Agar kita tak salah memilih laptop bekas, sebaiknya pilih seri yang tidak terlalu tua. Maksimal 3 atau 4 tahun ke belakang, jangan beli laptop yang usianya lebih dari 5 tahun. Selain karena usia pemakaian berpengaruh pada kinerja, perkembangan teknologi di dunia gadget cepat sekali. Setiap tahun bahkan per beberapa bulan selalu ada perkembangan di seri-seri terbaru. Belilah laptop yang dulunya seri high end atau middle level.

  1. Cek Kondisi Laptop

Setelah punya beberapa incaran laptop bekas yang mau dibeli, saatnya untuk mengecek kondisinya. Bukan hanya yang tampak dari muka, namun juga hardware di bagian dalam ya. Coba cek apakah laptop masih oke saat dibuka dan ditutup. Apakah tombol-tombol keyboardnya masih nyaman digunakan. Apakah mousepadnya berjalan lancar. Apakah ada masalah di layarnya atau tidak. Casingnya masih mulus atau ada goresan. Cek juga kondisi baterainya, apakah masih berfungsi baik atau tidak. Cek semua port dan input yang ada apakah bisa digunakan dengan baik. Jika masih ada garansi, cek apakah dokumen garansinya masih tersedia.

Oh ya, berdasarkan pengalaman dari suami kemarin, ada baiknya teman-teman mengecek kesesuaian hardware yang ada di dalam laptop dengan informasi yang diberikan oleh penjual. Jadi, sebelum akhirnya membawa pulang laptop yang kini sudah sebulanan menemani doi kerja, kami sempat jatuh hati pada sebuah laptop yang penampilannya lebih kece dan kualitas layarnya lebih kece. Namun saat dicek pakai DXDIAG ada info hardware yang tak sesuai.

Ada beberapa penjual yang curang dan suka mengganti info hardware. Biasanya serinya sengaja dinaikkan agar dapat menjual lebih mahal. Padahal kalau dicek ternyata seri yang terpasang di dalamnya lebih rendah daripada yang diinfokan.

  1. Ajak Teman atau Gebetan

Berkaca dari pengalaman suami, menurutku kalau kita nggak terlalu paham soal laptop hingga ke dalam-dalamnya. Budget yang kita punya terbatas sementara butuh laptop dengan spesifikasi yang lebih tinggi dari Intel Celeron, mending ajak teman, saudara, atau gebetan yang paham soal ini. Jadi kita nggak termakan bujuk rayu penjual dan bisa ditunjukkan mana jalan yang benar, eh… maksudnya spesifikasi laptop yang sesuai dengan kebutuhan kita.

  1. Cek Harga di Pasaran

Jangan lupa untuk selalu cek harga di pasaran terkait harga laptop incaran kita. Misal nih, laptop seri terbaru i5 generasi 10 sekarang ini harganya kisaran berapa, jangan sampai kita beli laptop bekas seri i5 generasi 8 dengan harga yang terpaut sedikit. Rugi dong, mending baru sekalian kalau gitu. Makanya penting banget untuk update harga laptop baru dan bekas agar tidak dipermainkan oleh penjual.

  1. Jangan Terburu-buru

Nah, penting banget buat tetap menjaga rasionalitas kita saat membeli laptop bekas. Kemarin suami hampir saja memilih laptop yang salah hanya karena jatuh cinta pada pandangan pertama. Begitu diperlihatkan layarnya yang bening dan backlight keyboarnya yang mewah, langsung aja dibawa pulang. Tidak mengecek dengan teliti hardware dan lain-lainnya. Baru ngeh ketika sampai rumah ada yang aneh dengan hardwarenya. Lalu doi segera cari review tentang seri tersebut di beberapa situs gadget, barulah doi menemukan apa keanehannya. Untung masih bisa ditukar dengan seri lainnya.

  1. Cari Garansi

Ada beberapa orang yang menjual laptopnya karena beberapa hal. Entah itu butuh duit segera atau karena laptopnya lebih banyak nganggur daripada digunakan. Untuk yang kasus seperti ini biasanya ada laptop dijual dan masih memiliki garansi pabrik. Nah, kalau bisa cari laptop yang begini. Atau kalaupun memang kita dapat laptop yang usianya sudah 3 atau 4 tahunan, pastikan toko tempat kita jual menyediakan garansi. Jadi saat dibawa pulang ke rumah dan ada hal-hal yang tak sesuai, kita masih bisa mengajukan komplain, mengganti atau menukarnya.

  1. Jangan Gengsi Buat Nawar

Penjual biasanya pasang harga lebih tinggi. Jadi jangan langsung diiyakan saja harga yang mereka tawarkan. Kalau kita sudah survey harga sebagaimana dijabarkan di poin keenam, tentunya kita tahu berapa harga yang pas untuk laptop incaran. Jangan gengsi untuk menawar, tapi juga jangan menawar tanpa belas kasihan, hehe.

  1. Ganti SSD

Laptop-laptop seri lama biasanya masih menggunakan harddisk tipe HDD, sementara laptop seri baru kebanyakan sudah menggunakan tipe SSD. Nah, kalau ada budget extra dan kita beli laptop bekasnya di toko, bisa tuh minta sama penjualnya untuk mengganti HDD dengan SSD sekalian. Menurut pengalamanku dengan suami, laptop yang harddisknya memakai SSD kinerjanya jauh lebih cepat dan suaranya juga nggak bising.

  1. Bawa Pulang dengan Bismillah

Kalau 10 poin di atas sudah dijalankan semua, tips membeli laptop bekas yang paling pamungkas adalah segera membawanya pulang dengan bismillah. Eeh, tapi jangan lupa dibayar dulu dong. Semoga bermanfaat ya!