5 Tips Menjadi Ayah yang Baik

Tanggal 12 november dinobatkan sebagai Hari Ayah Nasional. Di timeline medsos ucapan hari ayah berseliweran sebagai ungkapan terimakasih atas kebaikan ayah mereka selama ini dan tak ketinggalan berbagai cerita kenangan kegiatan bersama ayah tercinta.

Sayangnya, bagi sebagian orang tidak merasakan hal yang sama bahkan ada yang menganggap sosok ayah sebagai orang asing. Alasannya, ketidakhadiran figur seorang ayah sebagai panutan dan pelindung keluarga.

Menyedihkan sekali, bukan?

Seorang Ayah akan semakin menua dan seorang anak akan menjadi dewasa dan pada saatnya tiba dia akan menjadi seorang ayah juga. Untuk itu, perlu sekali mengetahui menjadi seorang ayah yang baik, meskipun tidak seideal yang diharapkan.

Agar setiap momen berharga itu menjadi cerita yang indah dan dikenang dengan rasa bahagia, berikut ini beberapa tips menjadi ayah yang baik.

Tips Menjadi Ayah yang Baik

  1. Selalu Menyediakan waktu Bagi Keluarga

Sebagai kepala keluarga, ayah punya tanggung jawab utama dalam menafkahi keluarga dan menyediakan tempat yang layak bagi keluarga. Itu penting sekali dan juga sebagai bukti kepedulian kepada keluarga.

Misalnya, tulang punggung keluarga dan tuntutan pekerjaan, bahkan bertemu dengan anak saja sangat sulit. Banyak yang pergi bekerja pagi-pagi sekali sebelum anak bangun dan pulang larut malam setelah mereka tidur. Jadi waktu pertemuan dengan anak sangat sedikit sekali walau berada dalam atap yang sama.

Tahukah, kalau tidak meluangkan waktu untuk keluarga, anak akan berpikir bahwa ayahnya hanya mementingkan pekerjaan, hobi atau teman dibandingkan mereka. Ada Jarak antara ayah dan anak.

Jadi, sesibuk apapun tetap luangkan waktu ya Ayah!

 

  1. Seorang Komunikator yang Baik

Setiap anak sangat percaya kepada ayahnya, tapi untuk hal-hal tertentu mereka enggan bercerita atau curhat, alasannya jika diberitahukan ayahnya akan cepat marah dan menghakimi serta ujung-ujung berakhir dengan nasehat bahkan hukuman.

Jika itu terus dibiarkan, si anak akan mencari orang lain sebagai teman curhatnya. Hal ini bisa berbahaya lho, dia bisa saja dapat saran yang buruk dari orang yang tidak kredibel.

Jadi apa yang harus dilakukan?

Jadilah pendengar yang baik. Dengarkan dengan tenang tanpa menginterupsi atau menghakimi. Biarkan anak berbicara dengan leluasa. Jangan cepat-cepat memberi nasehat meskipun ayah tahu bahwa itu demi kebaikan mereka. Cari waktu dan suasana yang tepat.

Niscaya mereka tidak akan segan mengungkapkan pikiran dan perasaan mereka.

 

  1. Memberikan Disiplin dan Pujian Secara Tepat dan Bijaksana

Membiarkan seorang anak tumbuh tanpa arahan seperti menanam sebatang bunga tanpa merawatnya, dia akan tumbuh tapi dengan tampilan yang berantakan, rumput akan menutupinya dan pelan-pelan keindahannya memudar.

Ayah yang baik juga perlu memberikan didikan, nasihat, koreksi dan hukuman jika diperlukan demi kebaikan jangka panjang si anak. Pujian yang menghangatkan hati dan menambah percaya diri anak juga mutlak.

Meskipun begitu, saat memberikan disiplin dan pujian sampaikan pada saat yang tepat dan tidak berlebihan. Semua sesuai porsinya.

 

  1. Mengasihi dan Merespek Istri

Cara seorang ayah memperlakukan istri besar sekali pengaruhnya bagi anak. Kenapa? Ibu merupakan orang yang paling dekat dan sangat disayangi dengan anak-anak. Jika Ayah dan ibu saling menghargai dan mengasihi anak-anak akan merasa lebih nyaman.

Itu juga teladan yang bagus, mereka juga akan merespek pasangan hidup kelak dan menjadi keluarga bahagia.

 

  1. Menanamkan Pentingnya Ibadah ke Anak-anak

Bagi sebagian orang ibadah mungkin bukan hal penting, asal anak bahagia, tercukupi kebutuhan materi dan saling menyayangi itu sudah cukup. Bisa jadi merasa skeptis akibat tindakan buruk atas nama agama yang dilakukan oleh oknum tertentu.

Tetapi, itu bukanlah alasan yang tepat untuk mengabaikan pendidikan ibadah bagi anak. Tanpa pondasi yang kuat, bangunan yang indah akan mudah roboh. Ibadah yang baik dan benar, bisa menjadi benteng bagi hidup mereka kelak.

Jadi, ayah ajarilah anak anda untuk beribadah sesuai keyakinan yang dianut dan terutama jadilah teladan bagi mereka.

Kesimpulan

Banyak hal-hal yang tidak bisa dibeli dengan materi, kebersamaan dengan anak-anak dan teladan yang baik adalah warisan berharga yang bisa dikenang dalam ingatan setiap anak. Semoga setiap ayah menjalankan perannya dengan bijaksana.

 

Author

Tinggalkan komentar

BRT Network adalah arena bermain dan belajar para blogger untuk bisa berbagi ilmu, pengetahuan, update dunia blogging, untuk bertumbuh bersama-sama

Contact

BRT Network