Teman-teman, satu demi satu obyek-obyek wisata mulai dibuka di era New Normal ini, kesempatan emas untuk mendapatkan topik travel writing dong ya. Protokol kesehatan yang ketat pastinya akan juga diberlakukan seperti, jaga jarak, memakai masker dan disediakan tempat-tempat cuci tangan dengan air mengalir. Beberapa moda transportasi pun sudah mulai dilaksanakan untuk perjalanan jarak jauh, dengan syarat hasil rapid test dan CPR test.

Berarti teman-teman sudah siap, dong, melakukan travel writing kembali, menuliskan keseruan kisah perjalananmu. Bagi yang belum siap untuk jalan-jalan, karena kendala persiapan syarat-syarat perjalanan, tak perlu khawatir. Masih menyimpan foto-foto perjalanan sebelum ada pandemi CoVid-19? Bisa banget menuliskan kisah perjalananmu tersebut menurut topik travel writing dan gaya tulisan yang paling apik.

Apa itu Travel Writing

Saya sering melihat seliweran beberapa penulis menawarkan jalan-jalan ke suatu tempat di Indonesia, kemudian dibimbing untuk menjadi travel writer. Contohnya Deka Amalia Ridwan, bersama Writing Center binaannya mengajak orang yang berminat untuk melakukan perjalanan ke Jepang dan menuliskan kisahnya. Kemudian dibukukan dalam bentuk antologi kisah perjalanan. Kemudian ada Ari Kinoysan Wulandari dan Anang YB, guru-guru penulisan saya, yang juga mengajak komunitasnya jalan-jalan ke suatu tempat, menuliskan, dan membukukannya.

Travel writing sendiri merupakan sebuah genre penulisan yang berfokus pada tempat atau daerah. Genre penulisan ini memiliki berbagai gaya, mulai dari deskriptif hingga naratif, dari karya sastra hingga jurnalistik, dan dari yang bergaya ringan hingga serius.

Pernah dengar Marco Polo, bukan? Konon Marco Polo adalah seorang pedagang dan penjelajah dari Italia yang berkelana serta tinggal di Cina di zaman penjajahan Kerajaan Mongol. Dia membuat catatan perjalanan atau travel journal ketika menelusuri Jalan Sutera dan pengalaman selama tinggal di Cina. Pengelana lain yang membuat travel journal adalah pengelana dari Cina bernama Ma Huan, yang mencatat perjalanan keliling dunia Laksamana Cheng Ho pada abad ke-15.

Kalau teman-teman menunggu boarding di bandara, mampir toko buku, sering dipajang buku panduan wisata. Ini pun termasuk travel writing jenis guide book, yaitu panduan perjalanan yang menyediakan infomasi mengenai lokasi atau tujuan wisata. Laman-laman travel writing pun sekarang banyak, berisi ulasan akomodasi, restoran, obyek wisata, pemandu wisata, alamat, nomor telepon, termasuk biaya.

8 Topik Travel Writing

Teman-teman yang hobi jalan-jalan dan belum sempat menuliskan kisah perjalanan, bisa banget ubek-ubek foto dan mulai menuliskan. Mungkin bingung, apa yang mau dituliskan. Topik kisah perjalanan bisa bermacam-macam, misalnya wisata alam, wisata adat dan budaya, wisata kuliner, wisata petualangan, wisata kriya, pusat kerajinan dan cara pembuatannya. Bagi yang suka dengan bangunan bersejarah, bisa menuliskannya dalam bentuk wisata heritage building, museum dan sejarah.

Jadi dari satu aspek bisa dituliskan dari berbagai sudut pandang. Itu sebabnya penulis-penulis yang menawarkan pembimbingan travel writing, jalan-jalan, kemudian hasil akhirnya sebuah buku antologi. Pasti akan mendapatkan kumpulan naskah nonfiksi atau fiksi yang menarik, karena berbagai latar belakang para penulisnya.
Berikut ini berbagai topik travel writing yang bisa memperkaya kisah perjalananmu:

1 – Topik Destinasi

Artikel-artikel topik destinasi, bisa merupakan penggalan dari kisah perjalanan yang lebih lengkap. Misalnya di suatu kota, hanya mengulas satu obyek wisata saja. Artikelnya bisa dicirikan dengan bagian pendahuluan berisi deskripsi kapan, di mana, dan kenapa penulis berada di sana. Bisa pula dilengkapi dengan data pendukung, cara menuju ke sana, jam buka tutup destinasi wisata, serta harga tiket.

2 – Minat Khusus

Barangkali di antara teman-teman ada yang pernah mencoba aktivitas Bungee Jumping? Aktivitas menguras adrenalin ini populer di antara wisatawan muda dan suka petualangan. Bisa banget mengisahkan pengalaman, spot-spot yang ada di dunia dan Indonesia tentang Bungee Jumping ini. Atau minat khusus tentang kuliner, belanja, kesenian, bisa juga. Intinya berbagi pengalaman mengenai aktivitas khusus tersebut.

3 – Topik Perjalanan

Namanya juga kisah perjalanan, ya pastinya mengulas bepergian ke suatu lokasi, dan menekankan pada alat transportasi yang digunakan. Salah seorang teman blogger di blog travelearn, suka banget dengan kereta api. Jadi artikel perjalanannya diceritakan dengan gaya naratif dan didukung fakta yang kuat. Dia berani saja mencoba moda transportasi tersebut di berbagai negara, dengan pengalaman kendala bahasa yang kadang membuat geli. Kawan lain, hobi bersepeda. Berkelana keliling dunia naik sepeda, menuliskan, dan membukukan kisah perjalannya.

4 – Kumpulan Wisata (Round-Up)

Artikel round-up adalah artikel yang mengulas mengenai beberapa tempat atau lokasi wisata yang mempunyai kesamaan. Biasanya artikelnya singkat namun memiliki informasi detail. Misalnya artikel mengenai museum. Atau yang sekarang tren adalah artikel mengenai virtual traveling.

5 – Peristiwa Sejarah atau Hari Raya

Bagi teman-teman yang ingin menuliskan peristiwa sejarah dan Hari Raya, perlu tahu jadwal dan siklus di destinasi wisata. Misalnya peristiwa Ngaben di Bali, perayaan Imlek di Singkawang, atau Ramadan di Lombok. Bahkan beberapa kota memang memromosikan tanggal-tanggal penting tersebut untuk mengundang wisatawan.

6 – Peristiwa Terkini

Peristiwa Terkini disebut juga News Peg. Artikel ini sering dikaitkan dengan topik-topik hangat di dunia. Bisa berita politik, ekonomi, penemuan arkeologi, olahraga, dan lain sebagainya.
Contohnya ketika heboh penemuan artefak gunung Padang sebagai megalithic site, maka orang berbondong-bondong berkunjung ke kawasan Cianjur tersebut.

7 – Saran-saran Perjalanan

Saran-saran perjalanan (Travel Advice atau Service Article), biasanya membahas tip atau saran-saran bagi para wisatawan. Misalnya banyak terbit buku-buku, wisata ke suatu tempat dengan budget terbatas. Tip mengemas barang supaya ringan dan kompak. Pengetahuan tentang etiket internasional, cara berbelanja di pasar tradisional, wisata bersama bayi, dan lain sebagainya. Bisa juga pengalaman kehilangan barang atau kecopetan paspor di luar negeri dan proses mengurusnya.

8 – Esai Pribadi

Artikel esai pribadi ditulis dengan gaya penulisan pribadi sang penulis. Tentu saja walaupun obyek wisatanya sama, hasil akhir artikel bisa sangat berbeda, tergantung persepsi dan pengalaman penulisnya. Kisah-kisah esai pribadi bisa ditemukan dalam bentuk novel perjalanan nonfiksi.

Nah, gimana, teman-teman. Sudah siap menentukan topik travel writing dan menuliskan kisah perjalananmu?
Kalau belum berani melakukan perjalanan karena berbagai kendala, tak masalah, bisa dari arsip-arsip foto kalian. Jangan lupa tetap lakukan riset supaya artikel kalian update.

Selamat menulis!

Sumber:
Tathagati, Arini; 2013; Travel Writing 101 – Kupas Tuntas Cara Mudah Membuat Artikel dan Foto Perjalanan; Elex Media Komputindo; Jakarta

[trihani]

Author